Negara-Negara Asia Siaga Virus Nipah, Pakistan Perketat Perbatasan, Indonesia?

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Ancaman virus Nipah kembali menghantui kawasan Asia setelah wabah terbaru teridentifikasi di India. Virus zoonotik berbahaya dengan tingkat kematian tinggi ini memicu gelombang kewaspadaan regional, mendorong sejumlah negara memperketat pengawasan di pintu masuk internasional.

Di antara negara yang meningkatkan kesiapsiagaan, Pakistan menjadi yang terbaru menyatakan status siaga, menyusul langkah serupa yang lebih dulu diambil Vietnam, Indonesia, Thailand, Singapura, hingga Malaysia.

# Baca Juga :Terungkap Iritnya Honda HR-V Hybrid Termurah Usai Tes! Konsumsi BBM Tembus 22,8 Km/L

# Baca Juga :Demo Buruh Kepung Jakarta Pusat Hari Ini, Pengendara Wajib Waspada Macet Parah

# Baca Juga :INDONESIA JADI PANGGUNG HOLLYWOOD! Ini 3 Lokasi Syuting Film Extraction: TYGO yang Bikin Heboh

# Baca Juga :ANIMASI ASIA TENGGARA MENGGILA! Papa Zola The Movie Tembus 4 JUTA Penonton, Siap Ekspansi Global 2026

Pakistan Wajibkan Riwayat Perjalanan 21 Hari

Mengutip Arab News, Kamis (29/1/2026), otoritas Pakistan kini mewajibkan seluruh pelancong memberikan riwayat perjalanan selama 21 hari terakhir. Langkah ini ditujukan untuk mendeteksi apakah penumpang pernah berada di wilayah terdampak atau berisiko tinggi virus Nipah.

Meski Pakistan dan India tidak memiliki penerbangan langsung serta mobilitas antarnegara sangat terbatas sejak konflik Mei tahun lalu, pemerintah Pakistan menilai pengawasan ketat tetap krusial.

“Sudah menjadi keharusan untuk memperkuat langkah pencegahan dan pengawasan di seluruh perbatasan Pakistan,” tegas Departemen Layanan Kesehatan Perbatasan Pakistan.

Selain riwayat perjalanan, pemeriksaan suhu tubuh dan penilaian klinis diberlakukan di seluruh pintu masuk negara, termasuk bandara, pelabuhan laut, dan perbatasan darat.

Vietnam Fokus Penumpang dari India

Vietnam juga meningkatkan kewaspadaan dengan pemeriksaan suhu tubuh penumpang internasional, khususnya yang tiba dari India dan wilayah Benggala Barat.

Otoritas kesehatan Vietnam, Rabu (28/1/2026), memerintahkan pengawasan ketat di Bandara Internasional Noi Bai, menyusul laporan dua tenaga medis terinfeksi Nipah di Benggala Barat pada akhir Desember 2025.

“Langkah ini memungkinkan isolasi tepat waktu serta penyelidikan epidemiologis,” ujar otoritas kesehatan Vietnam.

Kota Ho Chi Minh sebelumnya juga telah memperketat pemeriksaan kesehatan di seluruh pintu perlintasan internasional.

Singapura Awasi Bandara dan Pekerja Migran

Singapura melalui Communicable Diseases Agency (CDA) memantau ketat perkembangan wabah Nipah di India.

Mengutip Antara, Kamis (29/1/2026), Singapura menerapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara untuk penerbangan dari wilayah terdampak.

“Ini merupakan wabah virus Nipah ketujuh di India sejak 2001,” kata CDA, seraya menegaskan kesiapan menambah langkah pengamanan bila risiko meningkat.

Selain itu, pengawasan epidemiologis terhadap pekerja migran dari Asia Selatan juga diperketat, bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja (MOM) dan fasilitas layanan kesehatan primer.

Indonesia Perketat Pengawasan di Soekarno-Hatta

Indonesia tak ketinggalan mengambil langkah antisipatif. Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta memperketat pengawasan terhadap pelancong internasional.