Struktur ketenagakerjaan daerah masih didominasi sektor pertanian yang juga menjadi basis utama ekonomi kawasan transmigrasi. Sementara itu, sektor industri pengolahan menunjukkan peningkatan penyerapan tenaga kerja, sehingga membuka peluang pengembangan ekonomi baru.
Sekitar 46,5 persen tenaga kerja tercatat berada di sektor formal, sementara sektor informal masih mendominasi. Kondisi ini menegaskan pentingnya perluasan kesempatan kerja formal dan penguatan perlindungan tenaga kerja.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Dorong Perluasan Pembiayaan UMKM Pedesaan dan Sektor Produktif Lokal
Adapun tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2025 berada di angka 4,16 persen, yang dinilai relatif terkendali. Meski demikian, upaya penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi baru, termasuk optimalisasi kawasan transmigrasi, tetap perlu diperkuat.
“Forum ini diharapkan menjadi wadah untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan langkah-langkah konkret yang dapat ditindaklanjuti dalam perencanaan dan pelaksanaan program ketenagakerjaan dan ketransmigrasian,” ujar Miftahul Chair.
Rakornis ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.
Sumber: MC Kalsel








