JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Honda HR-V Hybrid e:HEV mulai mencuri perhatian pasar otomotif nasional. Bukan hanya karena statusnya sebagai SUV hybrid, tetapi juga berkat klaim efisiensi bahan bakar yang menggoda untuk pemakaian harian di perkotaan.
Menariknya, varian termurah Honda HR-V Hybrid yang dibanderol sekitar Rp 449 juta tetap mengusung sistem hybrid e:HEV yang sama seperti tipe tertinggi RS e:HEV. Artinya, meski harga lebih terjangkau, karakter utama mobil ini tetap dipertahankan: hemat BBM, responsif, dan nyaman di lalu lintas padat.
# Baca Juga :Demo Buruh Kepung Jakarta Pusat Hari Ini, Pengendara Wajib Waspada Macet Parah
# Baca Juga :INDONESIA JADI PANGGUNG HOLLYWOOD! Ini 3 Lokasi Syuting Film Extraction: TYGO yang Bikin Heboh
# Baca Juga :ANIMASI ASIA TENGGARA MENGGILA! Papa Zola The Movie Tembus 4 JUTA Penonton, Siap Ekspansi Global 2026
# Baca Juga :MEMANAS! AS–IRAN DI UJUNG TANDUK, Deretan Pangkalan Militer Amerika di Timur Tengah Berpotensi Jadi Sasaran
Spesifikasi Mesin dan Sistem Hybrid
Secara teknis, Honda HR-V Hybrid dibekali:
Mesin bensin 1.5 liter
Transmisi e-CVT
Tenaga mesin bensin: 104 Tk, torsi 127 Nm
Motor listrik: 129 Tk dengan torsi besar 253 Nm
Pada sistem e:HEV, motor listrik menjadi penggerak utama roda depan, sementara mesin bensin lebih sering bertugas sebagai generator pengisi daya. Skema ini membuat konsumsi BBM lebih efisien, terutama saat kondisi stop and go di dalam kota.
Hasil Uji Konsumsi BBM: Irit Tanpa Dipaksa
Dalam pengujian penggunaan harian tanpa teknik eco driving khusus, Honda HR-V Hybrid mencatat konsumsi BBM 22,8 km per liter setelah menempuh jarak sekitar 75 kilometer.
Angka ini tergolong sangat impresif untuk sebuah SUV, apalagi pengujian dilakukan dalam kondisi realistis—bukan rute kosong atau kecepatan konstan ekstrem.
Bahkan, jika pengemudi mampu menjaga kecepatan rata-rata di kisaran 30–50 km/jam, konsumsi BBM berpotensi menembus 25 km per liter.
Rute Pengujian yang Realistis
Pengujian dilakukan dengan rute:
Palmerah – Pejompongan – Slipi – Tomang – Tol Merak – Tol BSD – Serpong, lalu kembali via Tol BSD – Pondok Aren – Tanah Kusir – Kebayoran – Palmerah.
Kondisi lalu lintas sangat beragam, mulai dari macet, lancar, hingga tol dalam kota, mencerminkan penggunaan harian mayoritas pengguna di Jabodetabek.
Perhitungan konsumsi BBM dilakukan melalui MID kendaraan, menggunakan bahan bakar RON 92.
Catatan Penting
Perlu diingat, hasil konsumsi BBM bisa berbeda-beda tergantung:
Gaya berkendara
Kondisi jalan dan lalu lintas
Beban penumpang dan barang







