Bersih-bersih Internal! 66 Pegawai Bea Cukai Dijatuhi Sanksi Sepanjang 2025, 10 Orang Dipecat

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menunjukkan sikap tegas dalam menjaga integritas institusi. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 66 pegawai Bea Cukai dijatuhi hukuman disiplin, dengan 10 orang di antaranya diberhentikan dari jabatannya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius Bea Cukai dalam memperkuat profesionalisme aparatur sekaligus menjaga kepercayaan publik.

# Baca Juga :Bea Cukai Terancam Dibubarkan, Menkeu Purbaya Minta Waktu Setahun untuk Reformasi Total

# Baca Juga :Ultimatum Panas Purbaya: Bea Cukai Terancam Dibekukan, 16.000 Pegawai Bisa Kehilangan Pekerjaan Jika Reformasi Gagal

# Baca Juga :Purbaya Ultimatum Bea Cukai: Diberi Waktu 1 Tahun atau Dibekukan Seperti Era Soeharto!

# Baca Juga :Purbaya Sebut SGS Siap Ambil Alih Bea Cukai, 16.000 Pegawai Terancam Dirumahkan

“Sistem pengendalian internal terus kami jalankan untuk menjaga integritas organisasi. Sebagai bentuk komitmen nyata, sepanjang 2025 terdapat 66 pegawai yang dikenai hukuman disiplin, termasuk 10 pegawai yang diberhentikan,” ujar Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC, Nirwala Dwi Heryanto, dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/1/2026).

Penindakan tegas ini bukan yang pertama. Pada tahun 2024, DJBC juga telah memberhentikan 27 pegawai akibat keterlibatan dalam praktik fraud serta pelanggaran disiplin berat.

Di sisi lain, tahun 2025 juga menjadi momentum percepatan transformasi di tubuh Bea Cukai. DJBC menghadirkan Trade AI, sistem kecerdasan buatan yang mampu menganalisis pola perdagangan untuk mendeteksi potensi pelanggaran seperti under-invoicing dan over-invoicing sejak dini.

Transformasi digital tersebut diperkuat dengan optimalisasi CEISA 4.0, sistem terpadu yang mempercepat proses kepabeanan, pemeriksaan, hingga penerbitan perizinan agar lebih akurat dan tepat sasaran.

Tak hanya itu, bagi penumpang internasional, Bea Cukai juga menghadirkan layanan All Indonesia, yang menyederhanakan proses kedatangan melalui satu formulir dan satu kode batang terintegrasi lintas instansi.

“Kami juga terus meningkatkan akses informasi publik melalui kanal digital dan situs resmi yang lebih responsif, cepat, dan mudah diakses,” tambah Nirwala.

Dengan kombinasi penegakan disiplin dan transformasi digital, Bea Cukai menegaskan komitmennya untuk membangun lembaga yang bersih, transparan, dan adaptif terhadap tantangan zaman.

(kalimantanlive.com/sumber lainnya)

editor : TRI