Dikonfirmasi Kalimantanlive.com, Kepala Bapenda Kalsel, Subhan Nor Yaumil pun tak menampik bahwa Banjarmasin menjadi yang terbanyak mengalami tunggakan tersebut.
“Iya, dari data yang ada Banjarmasin yang terbanyak menunggak. Yaitu sebanyak 2.037 unit,” katanya, Sabtu (31/1/2026).
Subhan pun menerangkan sebagian dari kendaraan dinas yang menunggak tersebut, memang dalam kondisi sudah rusak bahkan rusak berat.
“Sebagian. Tapi koordinasi (konfirmasi,red) ke Pemko Banjarmasin untuk detilnya,” tambahnya.
Ditambahkannya bahwa memang meskipun kendaraan sudah dalam kondisi rusak berat, maka akan tetap tercatat dalam tagihan PKB dan harus diselesaikan. Sedangkan kebijakan penghapusan aset berupa kendaraan menjadi kesenangan masing-masing daerah.
Subhan Yaumil pun menghimbau agar semua kabupaten dan kota, segera menyelesaikan kewajiban tunggakan tersebut.







