Pengakuan Jujur Florian Wirtz: Adaptasi di Liverpool Ternyata Tak Semudah Bayangan

KALIMANTANLIVE.COM – Florian Wirtz akhirnya buka suara soal masa-masa sulit yang ia alami sejak bergabung dengan Liverpool. Gelandang muda asal Jerman itu mengakui proses adaptasinya di Premier League berjalan jauh lebih berat dari perkiraan, meski kini performa terbaiknya mulai kembali.

Wirtz didatangkan Liverpool dengan ekspektasi tinggi setelah ditebus senilai 100 juta pound sterling dari Bayer Leverkusen. Ia dikenal sebagai motor permainan Leverkusen saat menjuarai Bundesliga tanpa kekalahan dua musim lalu dan kini disebut sebagai wajah baru sepak bola Jerman bersama Jamal Musiala.

# Baca Juga :Tak Tergoyahkan! Toyota Kukuh Jadi Raja Otomotif Dunia, Jual Lebih dari 11 Juta Mobil Sepanjang 2025

# Baca Juga :Hadapi Galatasaray, Juventus Diingatkan Tak Terjebak Bayang-bayang Osimhen

# Baca Juga :Bersih-bersih Internal! 66 Pegawai Bea Cukai Dijatuhi Sanksi Sepanjang 2025, 10 Orang Dipecat

# Baca Juga :Jadwal Thailand Masters 2026 Hari Ini: 10 Wakil Indonesia Tempur di Semifinal, All Indonesian Battle Tak Terhindarkan!

Namun, realita Liga Inggris rupanya tak semudah yang dibayangkan. Wirtz mengalami kesulitan besar dalam lima bulan pertamanya di Anfield. Performa Liverpool yang ikut menurun membuat situasi kian berat, bahkan Wirtz hanya mencatat satu assist hingga awal Desember.

Situasi tersebut perlahan berubah. Setelah melewati periode sulit, Wirtz mulai menunjukkan kualitas sebenarnya. Dalam 10 penampilan terakhir, ia terlibat langsung dalam tujuh gol dengan catatan lima gol dan dua assist, menjadikannya salah satu pemain paling produktif di Premier League dalam periode tersebut.

Kepercayaan diri Wirtz pun kembali. Ia kini tampil lebih berani, aktif menekan, dan kerap merepotkan lini pertahanan lawan. Kebangkitan itu menjadi momen penting setelah sempat merasa terpuruk di awal musim.

“Saya sempat bilang ke diri sendiri, kalau kamu bisa bermain sangat bagus di Jerman, jangan sampai tiba-tiba lupa cara main bola hanya karena pindah ke sini,” ujar Wirtz kepada BBC Sport.

Ia mengaku datang ke Liverpool dengan antusiasme tinggi dan berharap semuanya bisa langsung berjalan mulus. Namun, kenyataan berkata lain.

“Saya ingin semuanya berjalan cepat, tapi faktanya tidak seperti itu. Saya hanya harus tetap berpikir positif dan yakin bahwa suatu saat performa saya akan kembali,” lanjutnya.

Menurut Wirtz, kunci bertahan di tengah tekanan Premier League adalah menjaga kepercayaan diri dan mentalitas.

“Memang tidak mudah, tapi Anda harus selalu percaya diri di lapangan. Saya rasa saya bisa mengatasinya dengan cukup baik, apalagi orang-orang di sekitar sangat membantu,” tutupnya.

Kebangkitan Wirtz kini menjadi angin segar bagi Liverpool, sekaligus bukti bahwa adaptasi di Liga Inggris membutuhkan waktu, bahkan bagi pemain bertalenta kelas dunia.

(kalimantanlive.com/sumber lainnya)

editor : TRI