PALANGKA RAYA, Kalimantanlive.com – Penggunaan sistem pembayaran digital yang mulai diterapkan dinilai belum mempertimbangkan kenyamanan pengguna.
Sistem pembayaran digital diharapkan dapat mempermudah warga dalam melakukan transaksi dan aman karena sistem pembayaran tersebut non tunai.
Namun, sistem pebayaran digital tersebut masih belum difahami semua orang terutama yang gaptek dengan teknologi terutama kalangan orang tua selama menggunakan pembayaran tunai.
Hal ini mendapat sorotan Anggota DPRD Kota Palangka Raya dari Partai Nasional Demokrat atau NasDem Mukarramah, yang menilai belum mempertimbangkan kenyamanan pengguna.
Dari beberapa sisi antara lain, tampilan aplikasi yang dinilai belum simpel, alur transaksi, hingga minimnya pendampingan bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital tersebut.
Dia berharap percepatan transformasi digital tersebut harusnya dibarengi dengan kesiapan layanan publik agar dapat diakses secara merata semua kalangan masyarakat.
Ketua Komisi I DPRD Kota Palangka Raya Mukarramah, mengharapkan modernisasi layanan tidak menimbulkan hambatan baru bagi kelompok tertentu.
Menurut dia, selayaknya penggunaan teknologi digital bisa menjadi solusi mempermudah masyarakat, bukan sebaliknya mempersempit akses layanan.
Karena lanjut dia, ada beberapa kalangan yang masih belum bisa menggunakan sistem tersebut, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat kurang mampu.
“Saya berharap hal ini jangan sampai layanan publik menjadi eksklusif hanya bagi mereka yang melek teknologi saja,” tegasnya, akhir pekan tadi.







