Apple Cetak Rekor Gila di Akhir 2025, iPhone Kembali Jadi Mesin Uang Utama

KALIMANTANLIVE.COM – Apple menutup akhir 2025 dengan performa finansial yang mencengangkan. Dalam laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2026 (Q1 FY26), raksasa teknologi asal Cupertino ini mencatatkan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah, dengan iPhone kembali menjadi tulang punggung utama mesin uang Apple.

Pada periode Oktober–Desember 2025, pendapatan dari penjualan iPhone mencapai 85,2 miliar dolar AS atau setara Rp 1.430 triliun. Angka tersebut melonjak 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 69,1 miliar dolar AS.

# Baca Juga :Bangga! 5 Sup Indonesia Tembus 100 Sup Terbaik Dunia TasteAtlas 2025–2026, Soto Betawi Masuk 5 Besar

# Baca Juga :Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 3 Februari 2026 Stabil di Rp 3,027 Juta per Gram, Investor Wajib Cek!

# Baca Juga :Hasil Liga Italia: AS Roma Tumbang 0-1 di Markas Udinese, Gol Tendangan Bebas Jadi Pembeda

# Baca Juga :Perusahaan Jepang Ini Pekerjakan Kucing sebagai “Staf Kantor”, Tingkat Resign Karyawan Turun Drastis

Capaian ini sekaligus memecahkan rekor lama Apple sebesar 71,6 miliar dolar AS yang tercatat pada Q1 tahun fiskal 2022, serta menjadi titik balik setelah penjualan iPhone sempat stagnan selama empat kuartal terakhir.

iPhone 17 Jadi Penggerak Utama

Meski Apple tidak merinci jumlah unit yang terjual, CEO Apple Tim Cook memastikan lonjakan pendapatan tersebut ditopang oleh tingginya minat konsumen terhadap iPhone 17 Series.

“Permintaan iPhone di Q1 FY26 sangat kuat dan jauh di luar ekspektasi perusahaan,” ujar Cook dalam pernyataan resminya.

Cook bahkan menyebut iPhone 17 Series sebagai keluarga iPhone paling laris dan paling populer sepanjang sejarah Apple, meski tidak mengungkap model mana yang paling banyak diburu pasar.

Tingginya permintaan membuat Apple berada dalam kondisi “supply chase mode”, yakni situasi ketika perusahaan harus terus mengejar ketersediaan komponen dan stok demi memenuhi permintaan konsumen global.

Laris di Seluruh Dunia, India Jadi Sorotan

Menurut Tim Cook, pertumbuhan penjualan iPhone terjadi secara merata di hampir semua wilayah, mulai dari China, Eropa, Amerika, Jepang, hingga India.

India menjadi pasar yang paling mencuri perhatian. Negara tersebut mencatatkan rekor penjualan iPhone kuartalan tertinggi sepanjang sejarah Apple, menegaskan posisinya sebagai pasar strategis masa depan bagi perusahaan.

Pendapatan Apple Tembus Rp 2.400 Triliun

Secara keseluruhan, Apple membukukan pendapatan total 143,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 2.412 triliun pada Q1 FY26. Angka ini tumbuh 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di level 124,3 miliar dolar AS.