Bangga! 5 Sup Indonesia Tembus 100 Sup Terbaik Dunia TasteAtlas 2025–2026, Soto Betawi Masuk 5 Besar

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kuliner Nusantara kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia. TasteAtlas, platform dan lembaga pemeringkat kuliner global, resmi merilis daftar 100 Sup Terbaik Dunia edisi 2025–2026, dan hasilnya membanggakan: lima makanan berkuah khas Indonesia berhasil masuk daftar elite tersebut.

Daftar ini disusun berdasarkan puluhan ribu penilaian pengguna global yang telah melalui sistem penyaringan ketat. TasteAtlas memastikan hanya ulasan dari pengguna asli yang dihitung, sementara bot, fanatisme lokal berlebihan, dan bias nasionalisme disaring. Hingga 15 Desember 2025, tercatat 53.494 penilaian, dengan 29.243 ulasan tervalidasi.

# Baca Juga :Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 3 Februari 2026 Stabil di Rp 3,027 Juta per Gram, Investor Wajib Cek!

# Baca Juga :Hasil Liga Italia: AS Roma Tumbang 0-1 di Markas Udinese, Gol Tendangan Bebas Jadi Pembeda

# Baca Juga :Perusahaan Jepang Ini Pekerjakan Kucing sebagai “Staf Kantor”, Tingkat Resign Karyawan Turun Drastis

# Baca Juga :Transfer Gagal di Detik Terakhir! AC Milan Urung Rekrut Jean-Philippe Mateta

Sup sendiri bukan hal asing bagi masyarakat Indonesia. Hidangan berkuah kerap menjadi pilihan utama saat cuaca dingin, tubuh kurang fit, atau sekadar ingin menikmati makanan hangat yang menenangkan. Tak heran jika cita rasa sup Indonesia berhasil mencuri perhatian dunia.

Ini 5 Sup Indonesia yang Diakui Dunia
1. Soto Betawi – Peringkat 4 Dunia

Menjadi kebanggaan utama, Soto Betawi berhasil menembus peringkat 4 sup terbaik dunia dengan skor 4,4 dari 5.

Sup khas Jakarta ini dikenal dengan kuah santannya yang gurih dan kaya rempah. Potongan daging sapi dan jeroan direbus perlahan bersama serai, kunyit, lengkuas, daun jeruk, dan ketumbar, menghasilkan rasa yang dalam dan kompleks.

Soto Betawi biasanya disajikan dengan tomat, daun bawang, kecap manis, serta emping. Disantap bersama nasi putih dan acar, hidangan ini kini tak hanya menjadi ikon Betawi, tetapi juga ikon sup kelas dunia.

2. Gulai – Peringkat 16 Dunia

Masakan khas Sumatera ini meraih peringkat 16 dengan skor 4,3. Gulai sering disebut sebagai “kari khas Indonesia” karena kuah santannya yang kental dan kaya bumbu.

Gulai dapat menggunakan daging sapi, ayam, jeroan, hingga sayuran. Semua dimasak bersama santan dan rempah-rempah hingga menghasilkan rasa pedas, gurih, dan aromatik.

TasteAtlas menyebut gulai memiliki pengaruh kuat dari kuliner India, namun telah berkembang menjadi identitas khas Nusantara yang mudah ditemukan di warung kaki lima hingga restoran tradisional.

3. Rawon – Peringkat 38 Dunia

Rawon, sup legendaris asal Surabaya, Jawa Timur, berada di peringkat 38 dengan skor 4,2.

Ciri khas rawon terletak pada warna hitam pekat dan rasa unik yang berasal dari kluwek, rempah khas Indonesia yang harus difermentasi sebelum digunakan. Dipadukan dengan daging sapi, serai, daun jeruk, jahe, dan cabai, rawon menghadirkan cita rasa gurih-asam yang khas.

Kini rawon tak lagi identik dengan makanan rakyat biasa, tetapi telah menjadi hidangan favorit lintas kelas sosial dan mudah ditemukan di restoran tradisional.

4. Soto – Peringkat 61 Dunia

Soto secara umum menempati peringkat 61 dengan skor 4,1. Hidangan ini memiliki ratusan variasi di seluruh Indonesia, mulai dari Coto Makassar, Soto Lamongan, Soto Kudus, hingga Tauto Pekalongan.

TasteAtlas mencatat tidak ada satu resep baku soto, karena setiap daerah menyesuaikannya dengan bahan lokal. Meski diyakini memiliki pengaruh budaya Tionghoa, soto berkembang menjadi simbol kuliner Nusantara yang fleksibel dan merakyat.

Soto dikenal sebagai makanan penghangat dan penenang, disajikan dengan beragam pelengkap seperti telur rebus, tahu, jeroan, sambal, dan kecap.