Darliansyah juga menyoroti kemajemukan Kalimantan Tengah sebagai kekuatan sosial yang perlu dijaga melalui pengamalan Pancasila, sejalan dengan falsafah Huma Betang dan Belom Bahadat.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Pertama Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri RI Timoteus Olong menyebut Gema Pancasila 2026 dirancang untuk merespons tantangan globalisasi, teknologi informasi, dan pengaruh budaya asing.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat karakter kebangsaan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045 dengan menjunjung nilai gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air.
Sumber: balanganews.com







