“Sudah dijadwalkan dan dianggarkan untuk melakukan penyesuaian Masterplan Smart City dengan RPJMD terbaru serta RPJMN Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, asesor juga menyoroti pemanfaatan energi terbarukan serta penggunaan teknologi terkini seperti Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) dalam pelayanan publik.
Baca juga : Atasi Banjir, Pemko Banjarmasin Petakan Sungai Bermasalah dan Percepat Normalisasi
Dia menambahkan, beberapa inovasi berbasis teknologi telah diterapkan di Kota Banjarmasin, khususnya di sektor transportasi. Dinas Perhubungan, kata dia, telah menggunakan sensor IoT untuk memantau pergerakan lalu lintas serta mengelola aplikasi angkutan publik BTS Go.
“Beberapa titik traffic light juga sudah menggunakan sensor yang membaca kepadatan kendaraan, sehingga durasi lampu hijau bisa menyesuaikan kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Dia menegaskan bahwa penerapan teknologi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pendekatan Kota Cerdas.
“Pada intinya, Kota Banjarmasin sudah mulai dan sudah menggunakan teknologi-teknologi terkini dalam pelaksanaan pelayanan publik. Mudah-mudahan hasil evaluasi ini menunjukkan progres yang baik menuju target Smart City sebagaimana tertuang dalam Masterplan,” pungkasnya.
Kalimantanlive.com
Frans







