Sejumlah merek besar yang terdampak antara lain:
Tesla Model 3
Nio
Li Auto
Xpeng
Xiaomi
Dengan regulasi baru, seluruh pabrikan tersebut harus menyesuaikan desain dalam beberapa tahun ke depan.
Produsen Mulai Berbenah, Biaya Bisa Fantastis
Beberapa produsen seperti Geely dan BYD diam-diam mulai kembali menggunakan gagang pintu konvensional.
Tesla pun mengakui sedang menyiapkan solusi desain baru. Namun perubahan ini tidak mudah, karena biaya penyesuaian bisa mencapai 100 juta yuan, atau sekitar Rp 240 miliar per model.
Efek Larangan China Diprediksi Menyebar Secara Global
Walaupun aturan ini hanya berlaku di China, dampaknya diyakini akan terasa secara global.
Demi efisiensi produksi, banyak produsen kemungkinan memilih satu desain gagang pintu yang sesuai regulasi untuk seluruh pasar dunia.
Artinya, tren gagang pintu tersembunyi berpotensi mulai ditinggalkan secara luas.
Uniknya, Larangan Hanya untuk Mobil Listrik
Menariknya, larangan ini hanya berlaku untuk kendaraan listrik, bukan mobil bensin.
Padahal, beberapa SUV konvensional juga menggunakan gagang pintu pop-out elektrik berbasis baterai 12 volt yang tetap berpotensi mengalami masalah serupa dalam kondisi ekstrem.
Hal ini menjadi perdebatan tersendiri di industri otomotif global.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







