JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah China secara resmi melarang penggunaan desain gagang pintu rata atau tersembunyi pada mobil listrik. Desain yang sempat populer berkat Tesla Model S itu kini dianggap berbahaya karena dapat menghambat evakuasi saat terjadi kecelakaan.
Larangan ini diumumkan setelah otoritas keselamatan menilai gagang pintu rata berisiko gagal berfungsi ketika kendaraan mengalami insiden serius.
# Baca Juga :MG Tawarkan Mobil Listrik S5 EV untuk Penuhi Kebutuhan Keluarga
# Baca Juga :Volkswagen Salip Tesla, Jadi Raja Penjualan Mobil Listrik di Eropa
# Baca Juga :BYD Kuasai Pasar Mobil Listrik, Tampil Dominan di GJAW 2025
Gagang Pintu Tersembunyi Dinilai Berbahaya
Dikutip dari Carscoops, Selasa (3/2/2026), masalah utama muncul ketika kendaraan mengalami kecelakaan dan aliran listrik mati.
Dalam kondisi tersebut, gagang pintu rata yang sepenuhnya bergantung pada sistem elektronik sering kali tidak dapat dibuka, sehingga pengemudi maupun penumpang kesulitan keluar dari kendaraan.
Hal ini tentu menjadi ancaman besar, terutama dalam situasi darurat seperti kebakaran atau tabrakan parah.
Aturan Berlaku Mulai 2027, Masa Transisi hingga 2029
Meski larangan sudah diumumkan sekarang, regulasi tersebut baru akan berlaku penuh mulai 1 Januari 2027.
Mulai saat itu, semua mobil listrik yang dijual di China wajib dilengkapi:
gagang pintu mekanis di bagian luar
tuas pembuka pintu manual di dalam kabin
Sementara model yang sudah lebih dulu disetujui masih diberi masa transisi hingga tahun 2029 sebelum wajib mengikuti aturan baru.
Dipicu Insiden Besar, Termasuk Mobil Xiaomi Terbakar
Keputusan ini muncul setelah sejumlah insiden besar, salah satunya kecelakaan mobil listrik Xiaomi yang terbakar hebat.
Dalam laporan yang beredar, penumpang dan tim penyelamat mengalami kesulitan membuka pintu karena sistem elektronik kendaraan gagal berfungsi.
Otoritas keselamatan China pun langsung mengevaluasi ulang standar akses darurat pada kendaraan listrik.
Regulasi Dibuat Sangat Detail
Peraturan baru ini menetapkan standar teknis yang ketat, antara lain:
gagang pintu luar wajib memiliki cerukan minimal 60 x 20 mm agar bisa digenggam secara fisik pascakecelakaan
tuas pembuka pintu di dalam kabin harus diberi penanda visual jelas
petunjuk darurat wajib berukuran minimal 1 x 0,7 cm
pabrikan tidak boleh lagi mengandalkan sistem elektronik sepenuhnya, meski disertai baterai cadangan
Langkah ini bertujuan memastikan evakuasi tetap bisa dilakukan dalam situasi paling ekstrem.
60 Persen Mobil Listrik di China Masih Pakai Desain Ini
Saat ini, sekitar 60 persen mobil ramah lingkungan di China masih menggunakan gagang pintu tersembunyi, terutama di segmen premium.







