Terungkap! Ini Penyebab FC Utrecht Putus Kontrak Ivar Jenner, Minim Menit Bermain Jadi Faktor Utama

KALIMANTANLIVE.COM – FC Utrecht resmi berpisah dengan gelandang muda Ivar Jenner setelah kontraknya diputus pada Senin (2/2/2026). Keputusan ini mengejutkan publik, terutama bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti perjalanan karier pemain berusia 22 tahun tersebut di Eropa.

Pemutusan kontrak ini dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama antara pihak klub dan pemain.

# Baca Juga :Apple Rilis Xcode 26.3 dengan AI Agentik, Developer Kini Bisa Ngoding Lebih Cepat dan Mandiri

# Baca Juga :Gol Kai Havertz di Detik Akhir Bikin Emirates Stadium Meledak, Arsenal Lolos ke Final Carabao Cup

# Baca Juga :Tabrakan Beruntun Maut di Tol Cipali Subang KM 93, 3 Orang Tewas dan 2 Luka Berat

# Baca Juga :Dolar AS Masih Perkasa, Rupiah Tertekan di Level Rp 16.761 Pagi Ini

Utrecht mengumumkan kabar tersebut melalui situs resminya. Klub berjuluk Domstedelingen itu menegaskan bahwa Ivar kini berstatus bebas transfer dan dapat mencari klub baru.

“Setelah konsultasi mendalam, FC Utrecht dan Ivar Jenner telah sepakat untuk mengakhiri kontraknya saat ini. Hal ini berarti gelandang berusia 22 tahun tersebut kini berstatus bebas transfer dan dapat mencari klub baru,” tulis Utrecht dalam pernyataan resmi.

Minim Menit Bermain Jadi Penyebab Utama

Manajer teknis FC Utrecht, Jeffrey Kooistra, mengungkap alasan utama klub memutus kontrak Ivar Jenner adalah karena sang pemain hampir tidak mendapatkan kesempatan tampil di tim utama.

“Ivar memiliki sedikit peluang untuk bermain,” ujar Kooistra.

Menurutnya, sebagai pemain muda, Ivar membutuhkan jam terbang reguler untuk perkembangan kariernya.

“Dia adalah pemain muda dari klub yang ingin bermain secara reguler, terutama di usianya yang masih muda. Bersama-sama, kami mulai mencari solusi dan akhirnya diputuskan untuk mengakhiri kontrak Ivar,” lanjutnya.

Lebih Banyak Bermain di Jong Utrecht

Sepanjang musim ini, Ivar Jenner memang kesulitan menembus tim senior FC Utrecht. Alih-alih tampil di Eredivisie, ia justru lebih sering diturunkan bersama Jong Utrecht yang berlaga di Eerste Divisie atau kasta kedua Liga Belanda.

Kondisi tersebut membuat peluang bermain di level tertinggi semakin sempit, hingga akhirnya kedua pihak sepakat mengakhiri kerja sama lebih cepat.