Abu pun berharap, melalui diskusi ini dapat dirumuskan gagasan dan rekomendasi yang konstruktif agar program 1.000 sarjana benar-benar relevan dengan kebutuhan di segala sektor.
“Kami sangat terbuka terhadap kolaborasi dan sinergi dengan HMI dan KAHMI sebagai mitra strategis pembangunan daerah, dalam rangka bersama-sama mewujudkan Tabalong Smart,” harapnya.
Di sisi lain, Koordinator Presidium Majelis Daerah KAHMI Tabalong, Kadarisman mengatakan, program 1.000 sarjana pemerintah daerah merupakan jawaban kritis yang selaras dengan tujuan HMI, namun desain hulu beasiswa ini harus bertaut pada kebijakan hilirisasi.
Hal penting lainnya program 1.000 sarjana ini jangan berhenti pada persoalan organik perkuliahan, sehingga mahasiswa lupa mengasah soft skill dan kosong dari kecerdasan emosional serta sosial yang menjadi modal pentingnya dalam relasi kehidupannya nanti.
“Karena jika desain hilirisasi kebijakannya tidak disiapkan dengan baik, seribu sarjana hanya akan melahirkan pengangguran baru intelektual,” katanya.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat







