JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono Purwo Wijoyo, bersama dua orang lainnya yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (4/2/2026) malam.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa ketiga pihak tersebut diamankan dalam OTT terkait dugaan tindak pidana korupsi pada proses restitusi pajak di KPP Madya Banjarmasin.
# Baca Juga :Tiga Orang Terjaring OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin Termasuk Kepala KPP Madya Mulyono
# Baca Juga :Kanwil DJP Kalselteng Buka Suara Terkait OTT KPK di KPP Madya Banjarmasin
# Baca Juga :OTT KPK, Wali Kota Madiun Dibawa ke Jakarta
# Baca Juga :Bupati Termuda Bekasi Terjerat OTT KPK! Ini Profil Lengkap Ade Kuswara Kunang, Kader Muda PDIP yang Baru Dilantik
“Pada peristiwa tertangkap tangan terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam restitusi pajak di KPP Madya Banjarmasin, para pihak yang diamankan berjumlah tiga orang dan saat ini telah tiba di Gedung KPK Merah Putih,” ujar Budi dalam keterangannya, Rabu.
Budi menjelaskan, ketiganya tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 20.00 WIB. Namun, mereka tidak melalui pintu utama gedung, melainkan masuk melalui pintu belakang.
“Selanjutnya, pihak-pihak yang diamankan akan menjalani pemeriksaan intensif,” kata Budi.
Sebelumnya, KPK memastikan bahwa OTT yang dilakukan di Kalimantan Selatan berkaitan dengan dugaan korupsi dalam proses restitusi pajak di Kantor Pelayanan Pajak Banjarmasin.
“Restitusi pajak. Ya, KPP Banjarmasin,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto melalui pesan singkat, Rabu (4/2/2026).
Dalam operasi senyap tersebut, penyidik KPK menyita uang tunai sekitar Rp1 miliar lebih sebagai barang bukti.
Selain Mulyono Purwo Wijoyo, KPK juga mengamankan satu aparatur sipil negara (ASN) serta satu pihak swasta yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
(kalimantanlive.com/berbagai sumber)
editor : TRI







