Begini Menurut Warga Sekitar Terkait Kasus Pembunuhan Remaja 13 Tahun di Hilir Banua HST

“Kalau ketemu atau disapa, kelihatannya biasa saja. Masih nyambung diajak bicara. Bahkan sehari-hari juga bisa ikut bekerja, ngambil upah ke sawah atau berkebun,” ujar warga tersebut.

Meski demikian, warga mengaku sering merasa waspada. Terduga pelaku disebut kerap mengamuk di dalam rumah dengan memukul-mukul dinding rumahnya yang terbuat dari kayu, sehingga suaranya terdengar hingga ke rumah tetangga.

BACA JUGA: Anggota Polri Meninggal Dunia Usai Kecelakaan di Simpang Tiga Batali HST

Namun, menurut warga, perilaku tersebut selama ini hanya terjadi di dalam rumah dan tidak pernah sampai mengganggu orang lain di luar.

Warga juga mengungkapkan bahwa dalam kondisi tertentu, terduga pelaku pernah terlihat keluar rumah sambil membawa parang atau senapan angin. Hal itu biasanya terjadi ketika kondisi pelaku sedang tidak stabil (bulan bulanan), sehingga membuat warga sekitar merasa takut.

Selain itu, warga menyebut pernah mendengar nenek terduga pelaku berteriak meminta tolong. Namun, hingga kini warga tidak mengetahui secara pasti apa yang terjadi saat itu.

Sementara itu, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pihak pemerintah desa. Salah satu perangkat Desa Hilir Banua yang dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut dan menyarankan agar informasi lebih lanjut dikonfirmasi langsung kepada keluarga korban.

Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Jupri JHP Tampubolon melalui Kasubsi PIDM Humas Polres HST Aiptu M. Husaini membenarkan bahwa terduga pelaku telah diamankan.

“Pelaku sudah diamankan di Polres Hulu Sungai Tengah,” ujarnya.