PALANGKA RAYA, Kalimantanlive.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sepanjang tahun 2025 secara kumulatif tumbuh sebesar 4,80 persen, dengan pertumbuhan ditopang oleh hampir seluruh lapangan usaha.
Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, mengatakan dari puluhan lapangan usaha yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, hanya jasa pendidikan yang mengalami kontraksi.
BACA JUGA: Pemprov Kalteng Imbau Warga Bijak Berbelanja Jelang Ramadan
“Dari seluruh lapangan usaha, hanya jasa pendidikan yang mencatatkan pertumbuhan negatif,” ujar Agnes di Palangka Raya, Jumat.
Berdasarkan data BPS, lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi selama 2025 adalah transportasi dan pergudangan yang tumbuh 10,91 persen, disusul jasa lainnya sebesar 10,78 persen, serta jasa perusahaan yang mencapai 9,70 persen.
Sementara itu, lapangan usaha dengan peran dominan dalam perekonomian Kalteng juga menunjukkan kinerja positif. Pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 3,94 persen, industri pengolahan sebesar 7,69 persen, serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 6,59 persen.
“Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Tengah menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2025 relatif tidak berbeda dibandingkan tahun sebelumnya,” jelas Agnes.
Ia menyebutkan, PDRB Kalteng masih didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 22,93 persen, diikuti industri pengolahan 16,60 persen, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 12,64 persen, serta pertambangan dan penggalian 9,88 persen. Keempat sektor tersebut secara keseluruhan menyumbang 62,05 persen terhadap perekonomian daerah.







