Bank Kalsel Dorong Optimalisasi Saham, Banjar Diminta Perkuat Penyertaan Modal

BANJAR, Kalimantanlive.com – Bank Kalsel mendorong optimalisasi peran dan kontribusi pemegang saham daerah, termasuk Kabupaten Banjar, melalui penguatan penyertaan modal. Hal ini mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Kabupaten Banjar, yang membahas posisi kepemilikan saham serta kontribusi bank terhadap pembangunan daerah.

Dalam forum tersebut terungkap, posisi Kabupaten Banjar saat ini berada di peringkat terbawah dalam kepemilikan saham dibandingkan kabupaten/kota lain se-Kalimantan Selatan. Kondisi ini dinilai berpengaruh terhadap besaran dividen yang diterima daerah.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Banjar, Rahmat Saleh, menyampaikan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Banjar telah menyetor modal sebesar Rp62,8 miliar. Dari penyertaan tersebut, dividen yang diterima pada tahun sebelumnya mencapai sekitar Rp5,7 miliar.

BACA JUGA: Rayakan Imlek, Bank Kalsel Hadirkan Promo Spesial Bonus Pulsa Lewat AKSEL

Namun pada 2025, meski jumlah lembar saham tercatat meningkat, dividen yang diterima justru sedikit menurun menjadi sekitar Rp5,6 miliar.

“Ini menjadi bahan evaluasi bersama. Kalau ingin posisi naik dan manfaatnya lebih besar, tentu penyertaan modal juga harus diperkuat,” ujarnya.

Manajemen Bank Kalsel dalam pemaparannya menegaskan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah sebagai pemegang saham. Semakin besar porsi kepemilikan, semakin besar pula peluang daerah untuk memperoleh dividen yang optimal, seiring dengan kinerja perusahaan.

Bank Kalsel sendiri terus mencatatkan kontribusi nyata bagi Kabupaten Banjar, tidak hanya melalui dividen, tetapi juga lewat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan program Corporate Social Responsibility (CSR).

Sepanjang 2025, alokasi KUR Bank Kalsel untuk Kabupaten Banjar mencapai Rp7 miliar dengan 1.708 nasabah penerima manfaat. Sementara dana CSR yang digelontorkan mencapai sekitar Rp390 juta untuk mendukung kegiatan sosial dan program pembangunan daerah.