Hasil yang diperoleh sangat beragam, mulai dari menghasilkan solar, bensin, dan minyak tanah dan produk sampingan hingga barang kreatif seperti asbak, plakat, kulit sintetis, bricket, hingga paving block.
Keandalan hasil pirolisis ini pun telah diujicoba pada sebuah sepeda motor. Setelah tangki dikosongkan dan diisi dengan bensin hasil olahan sampah plastik, mesin motor terbukti dapat menyala dan berfungsi dengan normal.
Baca juga : Wali Kota Banjarmasin Pastikan Pengerukan di Sungai Miai Berlanjut
Dari sisi operasional, alat ini dinilai cukup efisien. Untuk kapasitas 10 kg, perangkat hanya memerlukan tabung LPG dan daya listrik antara 200 hingga 600 watt dengan biaya yang terjangkau.
Pemko Banjarmasin berencana mengintegrasikan teknologi ini di setiap kelurahan melalui kerja sama dengan TPS 3R (Reuse, Reduce, Recycle).
Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal melalui ekonomi sirkular.
“Keberhasilan pengelolaan sampah adalah ketika masyarakat dan pemerintah berjalan bersama demi masa depan anak cucu kita. InsyaAllah, bismillah, kita wujudkan Banjarmasin yang lebih bersih, sehat, dan maju sejahtera,” pungkasnya.
Kalimantanlive.com/Medcentbjm







