BALI, Kalimantanlive.com – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mulai mengambil langkah strategis dan inovatif dalam menangani krisis sampah plastik yang sulit terurai.
Salah satu solusi yang kini tengah diseriusi adalah penerapan teknologi pirolisis, sebuah inovasi yang mampu mengubah limbah plastik menjadi produk bernilai guna tinggi, mulai dari Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga barang kerajinan (6/2/2026).
Baca juga : Wali Kota HM Yamin HR Lantik 124 Pejabat di Lingkup Pemko Banjarmasin
Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin HR menegaskan bahwa penanganan sampah bukan hanya tugas satu instansi semata, melainkan tanggung jawab kolektif.
Pemko Banjarmasin pun berkomitmen mencari solusi terbaik agar sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi sebagai peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Teknologi pirolisis kami pandang sebagai salah satu alternatif yang mampu mengubah sampah plastik menjadi energi, sambil mengurangi volume sampah secara signifikan. Kita ingin setiap kebijakan membawa manfaat nyata, memberikan peluang usaha, serta mengurangi tekanan lingkungan terhadap TPA,” ujar Yamin saat melakukan peninjauan bersama yayasan pengelola Get Plastic, Jumat (6/2/2026).
Efektivitas teknologi ini dibuktikan secara langsung. Mesin pirolisis mampu memproses 10 kg hingga 200 kg sampah plastik dalam durasi 3 hingga 5 jam melalui proses pembakaran tanpa oksigen.







