“Ini bukan hanya promosi. 500 agenda yang kami susun adalah upaya nyata untuk mendorong perputaran ekonomi rakyat, membuka lapangan kerja, dan memperkuat jati diri Kota Banjarmasin di usia ke-500,” ujar Yamin.
Dia menekankan bahwa kekayaan budaya, wisata sungai, dan tradisi lokal menjadi fondasi utama dalam membangun daya tarik kota di tingkat nasional hingga internasional.
Baca juga : Selama Ramadan, Pemko Banjarmasin Gelar Pasar Murah di 52 Kelurahan
Menurut Yamin, CoE 2026 mencakup festival wisata sungai, pasar terapung, kegiatan seni-budaya, serta promosi kuliner khas Banjar seperti soto Banjar, mie bancir, nasi kuning, dan aneka olahan ikan lokal.
Seluruh agenda tersebut dirancang agar berdampak langsung terhadap pelaku UMKM, perajin, seniman, sektor perhotelan, hingga transportasi.
“Pariwisata harus memberi manfaat ekonomi yang merata. Pemerintah hadir memastikan setiap kegiatan tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi menjadi sumber penghidupan masyarakat,” tegasnya.
Pemilihan Bali sebagai lokasi peluncuran dinilai sebagai strategi promosi aktif untuk menjangkau pasar wisata yang lebih luas. Dalam kegiatan tersebut, jajaran Pemko Banjarmasin berinteraksi langsung dengan wisatawan asing dan membagikan materi promosi, sebagai bentuk perubahan pola promosi dari menunggu menjadi mendatangi.









