Burj Al Arab – Dubai, UEA
Dijuluki hotel “7 bintang”, Burj Al Arab menempatkan emas 24 karat di area strategis seperti lobi, lift, pegangan tangga, hingga suite. Sentuhan tersebut memperkuat kesan megah sekaligus menjadikannya ikon global Dubai.
The Ritz-Carlton Hong Kong
Hotel ini mengusung konsep modern dengan pelapisan emas pada ruang publik seperti lobi dan ballroom. Desainnya tidak berlebihan, tetapi tetap menghadirkan kesan eksklusif dan elegan.
The Lalit Grand Palace – Srinagar, India
Hotel bersejarah ini memadukan ornamen emas dengan gaya kerajaan India. Penggunaan emas lebih menonjolkan nilai budaya dan sejarah, bukan sekadar simbol kekayaan.
Emas: dekorasi sekaligus investasi
Tren hotel berlapis emas menunjukkan bahwa logam mulia tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga investasi bernilai tinggi.
Kasus Grand Emperor Makau menjadi contoh nyata bagaimana emas yang awalnya dipasang untuk memperkuat kemewahan interior dapat berubah menjadi sumber keuntungan besar ketika harga melonjak.
Dengan tren harga emas global yang terus meningkat, bukan tidak mungkin hotel-hotel lain akan meninjau kembali aset emas yang tertanam dalam desain mereka.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







