Liverpool Tumbang 1-2 dari Man City, Arne Slot Luapkan Kekecewaan

KALIMANTANLIVE.COM – Liverpool harus menelan kekalahan pahit dari Manchester City dengan skor 1-2 dalam duel panas di Stadion Anfield, Minggu (8/2/2026) malam WIB. Pelatih The Reds, Arne Slot, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya usai timnya gagal mempertahankan keunggulan di menit akhir.

Liverpool sempat memimpin lebih dulu lewat gol Dominik Szoboszlai pada menit ke-74. Namun, Manchester City bangkit dan membalikkan keadaan melalui Bernardo Silva (84’) serta penalti Erling Haaland di masa injury time (90+3’).

# Baca Juga :Real Madrid Bungkam Valencia 2-0 di Mestalla, Mbappé Tutup Kemenangan Los Blancos

# Baca Juga :Utang Puasa Lewat Dua Kali Ramadhan? Ini Hukum, Cara Qadha, dan Penjelasan Lengkap Menurut Fiqih

# Baca Juga :Prabowo Targetkan Biaya Haji Turun, Siapkan Kampung Haji Indonesia di Mekkah

# Baca Juga :DAFTAR TERBARU AnTuTu Januari 2026: 10 HP Android Mid-Range Terkencang, Dimensity 8500 Elite Paling Ngebut!

Situasi Liverpool makin buruk setelah Szoboszlai menerima kartu merah pada menit 90+13.

Hasil ini membuat Liverpool tertahan di peringkat keenam klasemen sementara Liga Inggris dengan 39 poin. Sementara Manchester City mengoleksi 50 poin dan terus menempel Arsenal di puncak klasemen dengan selisih enam angka.

Arne Slot luapkan kekecewaan

Arne Slot mengaku marah sekaligus kecewa atas kekalahan dramatis tersebut. Ia menilai Manchester City tampil lebih nyaman menguasai bola, terutama di babak pertama.

“Perasaan marah dan kecewa tentu ada. Di babak pertama, City bermain lebih baik meski tidak menciptakan banyak peluang besar,” ujar Slot.

Meski begitu, ia melihat perkembangan positif dari permainan Liverpool dalam beberapa bulan terakhir, terutama saat timnya tampil lebih agresif di babak kedua.

“Standar permainan kami meningkat di babak kedua, terutama dari sisi intensitas. Kami menekan mereka di seluruh lapangan dan itu peningkatan besar,” jelasnya.

Slot juga memuji kualitas Manchester City yang dinilai sangat kuat dalam penguasaan bola dan mampu memanfaatkan momentum untuk membalikkan keadaan.

“Melawan tim dengan kualitas penguasaan bola seperti mereka, bermain tanpa bola dengan baik adalah peningkatan besar bagi kami. Babak kedua kami fantastis, tetapi kami gagal mempertahankan keunggulan,” katanya.