Pemkot Banjarmasin Siap Terapkan Teknologi Pirolisis untuk Atasi Sampah Plastik

DENPASAR, Kalimantanlive.com — Pemerintah Kota Banjarmasin berencana menerapkan teknologi pirolisis sebagai solusi inovatif dalam menangani persoalan sampah plastik yang sulit terurai. Teknologi ini dinilai mampu mengubah limbah plastik menjadi produk bernilai guna, mulai dari bahan bakar hingga produk turunan bernilai ekonomi.

Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin, menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

BACA JUGA: Pemkot Banjarmasin Teken NPHD dengan Korem 101/Antasari, Revitalisasi Jalan Veteran Dilanjutkan

Pemerintah Kota berkomitmen menghadirkan kebijakan pengelolaan sampah yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Teknologi pirolisis kami pandang sebagai alternatif yang mampu mengubah sampah plastik menjadi energi sekaligus mengurangi volume sampah secara signifikan. Kita ingin setiap kebijakan membawa manfaat nyata, membuka peluang usaha, dan mengurangi tekanan terhadap TPA,” ujar Yamin saat meninjau penggunaan mesin pirolisis di Bali, Jumat (6/2/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota bersama yayasan pengelola Get Plastic melihat langsung proses kerja mesin pirolisis. Teknologi ini mampu mengolah sampah plastik mulai dari 10 kilogram hingga 200 kilogram dalam waktu sekitar 3 hingga 5 jam melalui proses pemanasan tanpa oksigen.

Hasil olahan pirolisis cukup beragam, antara lain menghasilkan bahan bakar seperti solar, bensin, dan minyak tanah, serta residu berupa black carbon.

Residu tersebut dapat diolah kembali menjadi berbagai produk kreatif seperti asbak, plakat, kulit sintetis, briket, hingga paving block.