BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mengintensifkan upaya pemulihan lahan pertanian yang terdampak banjir dengan menggandeng pemerintah kabupaten dan kota. Langkah ini dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi agar proses pemulihan berjalan efektif serta tepat sasaran di wilayah terdampak.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, mengatakan banjir yang terjadi beberapa waktu lalu berdampak cukup luas terhadap sektor pertanian. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan pada tanaman pangan, tetapi juga pada komoditas hortikultura.
BACA JUGA: Belum Ditemukan Kasus Virus Nipah, Pemprov Kalsel Perkuat Kesiapsiagaan Sistem KesehatanB
“Pasca banjir, yang terdampak bukan hanya padi dan jagung, tetapi juga tanaman hortikultura. Pemulihan saat ini dilakukan bersama pemerintah kabupaten dan kota, tidak hanya oleh pemerintah provinsi,” ujar Syamsir Rahman di Banjarbaru, Senin (9/2/2025).
Ia menjelaskan, total lahan pertanian yang sempat terendam banjir diperkirakan mencapai sekitar 12 ribu hektare. Dari jumlah tersebut, sebagian lahan sudah mulai ditangani secara mandiri oleh para petani, sementara sisanya masih dalam proses pemantauan.
“Sebagian lahan sudah dikerjakan oleh petani sendiri. Namun masih ada yang belum bisa ditanami atau diolah karena kondisi lahan belum memungkinkan,” jelasnya.
Syamsir menegaskan, pemerintah provinsi akan mendorong percepatan pemulihan melalui peran penyuluh pertanian, petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT), serta koordinasi dengan jajaran teknis di lapangan. Fokus pemulihan saat ini berada di Kabupaten Banjar, Tapin, dan Tanah Laut.
Ia menambahkan, sentra pertanian di Kabupaten Barito Kuala juga terdampak meski dalam skala yang tidak terlalu besar. Penanganan pasca banjir ini akan dilakukan secara kolaboratif dengan pemerintah kabupaten/kota, dengan pemberian bantuan secara selektif menyesuaikan kebutuhan di lapangan dan keterbatasan anggaran provinsi.
Sumber: MC Kalsel








