KALIMANTANLIVE.COM – Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk menurunkan biaya haji bagi jemaah Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan melalui pembangunan fasilitas khusus di Mekkah, Arab Saudi.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026), di hadapan ribuan warga.
# Baca Juga :Gubernur dan Wagub Kalsel Hadiri Rakornas 2026 Bersama Presiden Prabowo
# Baca Juga :Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Apresiasi Kerja Keras Seluruh Tim
# Baca Juga :Presiden Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat, Kalsel Siap Tampung Ribuan Siswa
# Baca Juga :Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Banjir dan Longsor di Sumatra
Prabowo menegaskan bahwa upaya menekan ongkos haji menjadi salah satu prioritas pemerintah agar semakin terjangkau bagi masyarakat.
“Saya bertekad menurunkan biaya haji untuk rakyat Indonesia,” tegasnya.
Indonesia Bangun Kampung Haji di Mekkah
Selain menyoroti biaya, Prabowo mengungkap rencana besar pembangunan “Kampung Haji Indonesia” di Mekkah. Fasilitas ini ditujukan sebagai pusat hunian dan layanan bagi jemaah haji maupun umrah asal Indonesia.
Menurutnya, Indonesia mendapat kehormatan memperoleh lahan di Mekkah, yang akan dimanfaatkan untuk membangun kompleks khusus tersebut.
Kompleks itu dirancang agar jemaah mendapatkan tempat tinggal yang layak, nyaman, dan terintegrasi dengan layanan ibadah.
Disebut Terobosan Bersejarah
Prabowo menyebut izin kepemilikan lahan tersebut sebagai langkah penting dan bersejarah, karena jarang diberikan kepada negara lain.
Pembangunan kampung haji diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, efisiensi, serta kenyamanan jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci.
Ia menargetkan proyek tersebut mulai menunjukkan hasil dalam waktu sekitar tiga tahun ke depan.
Pada tahap awal, pemerintah memperkirakan pembangunan akan menyediakan sekitar seribu kamar, lalu dilanjutkan secara bertahap hingga menjadi kawasan terpadu.
“Insya Allah Kampung Haji Indonesia akan menjadi yang pertama. Kita harapkan dalam tiga tahun sudah berdiri dengan baik dan memberi manfaat besar bagi jemaah,” ujarnya.
Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menekan biaya perjalanan haji, tetapi juga memperkuat kemandirian layanan Indonesia bagi jemaah di Arab Saudi.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI









