Utang Puasa Lewat Dua Kali Ramadhan? Ini Hukum, Cara Qadha, dan Penjelasan Lengkap Menurut Fiqih

Jika Jumlah Utang Puasa Tidak Diketahui

Dalam kondisi lupa jumlah pasti, dianjurkan mengambil angka yang paling diyakini atau mendekati maksimal.

Jika ternyata lebih, maka kelebihannya dihitung sebagai puasa sunnah. Namun jika kurang, dikhawatirkan masih menyisakan kewajiban.

Jika Meninggal Dunia Sebelum Qadha

Apabila seseorang meninggal dunia dan masih memiliki utang puasa, kewajiban tersebut dapat digantikan oleh keluarganya. Hal ini berdasarkan hadis sahih yang menyebutkan bahwa wali boleh berpuasa atas nama orang yang telah wafat.

Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadhan

Menurut mazhab Syafi’i, niat qadha puasa dilakukan pada malam hari sebelum berpuasa.

Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Arti:
“Aku berniat berpuasa esok hari untuk mengganti puasa wajib bulan Ramadhan karena Allah SWT.”

Kesimpulan

Utang puasa Ramadhan tetap wajib diganti meski sudah melewati dua kali Ramadhan. Qadha bisa dilakukan bertahap, tidak harus berurutan, dan tetap sah walau dilakukan lama setelah Ramadhan.

Para ulama menganjurkan untuk segera mengganti puasa sebagai bentuk tanggung jawab ibadah sekaligus menjaga kesempurnaan pelaksanaan Ramadhan.

(kalimantanlive.com/sumber lainnya)

editor : TRI