PALANGKA RAYA, Kalimantanlive.com – Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan harga kebutuhan pokok di pasar lokal relatif terkendali.
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melaporkan sebagian besar harga pangan justru cenderung stabil dan beberapa mengalami penurunan.
Hal itu diungkapkan, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, saat menghadiri, Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi secara virtual di Ruang Command Center Kantor Wali Kota Palangka Raya, Senin (9/2/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian tersebut memaparkan kondisi inflasi nasional serta langkah strategis pengendalian harga di daerah.
Dia mengatakan, harga pangan cenderung stabil dan beberapa mengalami penurunan seperti salah satu yang mengalami penurunan yakni cabai.
“Komoditas cabai di Palangka Raya, harganya sangat stabil. Bahkan untuk cabai rawit dan cabai hijau, saat ini harganya justru turun,” ujarnya.
Baca Juga :Sambut Bulan Puasa 2026, Pemko Palangka Raya Siapkan Pasar Ramadan Dengan Tenda Seragam
Bukan hanya itu, lanjut dia, minyak goreng program pemerintah Minyakita, dirinya menegaskan bahwa harga minyak sudah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter, setelah sebelumnya sempat merangkak naik di atas ketentuan.
Ditegaskan dia, Pemko Palangka Raya berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan rutin di lapangan guna memastikan rantai distribusi tetap lancar dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Lebih jauh dia memaparkan, sektor listrik memberikan andil inflasi sebesar 1,49 persen. “Kontribusi itu bukan disebabkan adanya kebijakan penyesuaian tarif listrik dari pemerintah dalam waktu dekat, melainkan pola konsumsi dan akumulasi dampak tahunan,” tegasnya.








