PALANGKA RAYA, Kalimantanlive.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melaksanakan program sekolah gratis dengan berbasis Kartu Huma Betang Sejahtera untuk memastikan akses pendidikan yang adil dan berkelanjutan bagi masyarakat, terutama bagi peserta didik dari keluarga tidak mampu dan wilayah pedalaman.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Reza Prabowo, menyampaikan bahwa Kartu Huma Betang mengampu dua program strategis, yakni sekolah gratis dan kuliah gratis, yang menjadi pilar utama dalam mendukung pendidikan inklusif di provinsi ini.
BACA JUGA: Pemprov Kalteng Apresiasi Bakti Karya PDKB PLN untuk Tingkatkan Keandalan Listrik
Menurut Reza, dalam implementasinya program sekolah gratis mengalami penyesuaian kebijakan. Dari semula dirancang 100 persen gratis, kini difokuskan bagi peserta didik kurang mampu dan dari wilayah terpencil, mengingat kondisi keuangan daerah yang menurun signifikan.
“Dari sebelumnya anggaran Dinas Pendidikan sebesar Rp2,3 triliun, kini menjadi sekitar Rp1,3 triliun. Kekurangan hampir Rp1 triliun ini membuat kami harus menyesuaikan skala prioritas,” ujar Reza, Senin (9/2/2026) di Palangka Raya.
Pendataan terakhir menunjukkan sekitar 37 ribu peserta didik tidak mampu menjadi sasaran program, termasuk penerima bantuan seragam sekolah. Sekitar 17 ribu siswa sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Kementerian Sosial, tetapi sesuai arahan gubernur, seluruh peserta didik yang terdata tetap menerima bantuan.
Sebagai bagian dari evaluasi, Pemprov Kalteng menerapkan skema baru dengan membuka rekening peserta didik melalui Bank Kalteng, agar bantuan dapat dirasakan langsung oleh siswa tanpa membebani kepala sekolah.
“Tahun 2026, alokasi anggaran untuk program sekolah gratis sekitar Rp53 miliar. Jika dibagi ke 37 ribu siswa, setiap anak menerima sekitar Rp1,3 juta sampai Rp1,5 juta. Mekanisme ini sedang dirumuskan bersama aparat penegak hukum dan pihak perbankan agar berjalan lancar,” jelas Reza.
Sumber: Antarakalteng.com










