BREAKING NEWS – Beasiswa Garuda 2026 Resmi Ubah Skema! Prodi Ditentukan Berdasarkan Ranking QS Subject, Tak Lagi Fokus Kampus

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Program Beasiswa Garuda untuk jenjang Sarjana (S1) tahun 2026 menghadirkan perubahan besar. Penentuan tujuan studi kini tidak lagi berdasarkan peringkat universitas secara umum, melainkan merujuk langsung pada peringkat program studi terbaik dunia versi QS World University Rankings by Subject.

Kebijakan ini disampaikan dalam Sosialisasi Seleksi Beasiswa Garuda Sarjana 2026 yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) secara daring melalui YouTube, Selasa (10/2/2026).

# Baca Juga :DRAMA MENIT AKHIR! MU Selamat dari Kekalahan, Klasemen Liga Inggris Makin Panas, Chelsea Terpeleset

# Baca Juga :HEBOH DI KONGRES AS! 6 Nama Misterius di Berkas Epstein Terungkap, Publik Tuntut Transparansi Penuh

# Baca Juga :WAJIB TAHU! 5 Ayat Al-Qur’an tentang Puasa yang Jadi Landasan Ibadah Ramadan, Lengkap Makna dan Hikmahnya

# Baca Juga :KRISIS MAKIN DALAM! Tottenham Tumbang 1-2 dari Newcastle, The Lilywhites Terancam Zona Merah Premier League

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendikti Saintek, Ahmad Najib Burhani, menjelaskan bahwa sistem baru ini dirancang agar pemilihan bidang studi lebih tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional.

“Tahun ini sudah dipilih 100 ranking subject, jadi penentuan berdasarkan bidang studi atau program yang terbaik menurut QS,” ujarnya.

Fokus Cetak SDM Unggul Global

Perubahan mekanisme seleksi dilakukan untuk memastikan program beasiswa benar-benar menghasilkan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Beasiswa Garuda diarahkan mendukung sektor prioritas nasional, di antaranya:

kesehatan

ketahanan pangan

pertahanan

digitalisasi

hilirisasi industri

energi

hukum dan kebijakan publik

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kapasitas talenta Indonesia di bidang strategis.

LoA Tak Lagi Jadi Syarat Utama

Pada seleksi 2026, Letter of Acceptance (LoA) tidak lagi menjadi persyaratan utama. Skema baru ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi calon mahasiswa berprestasi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan agenda prioritas nasional.

“Kita ingin melahirkan talenta unggul dari Indonesia yang mampu bersaing di kancah global,” ujarnya.