Gelombang 24 Meter di Nazaré Terekam Satelit, Sedimen Laut Meledak hingga Terlihat dari Antariksa

PORTUGAL, KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah citra satelit Landsat 8 menangkap momen luar biasa saat gelombang raksasa setinggi sekitar 24 meter menghantam pesisir Nazaré, Portugal. Benturan dahsyat tersebut memicu semburan sedimen dasar laut yang membentuk awan keruh luas dan bahkan dapat diamati dari luar angkasa.

# Baca Juga :BREAKING NEWS! Hujan Petir Menggila di Kalimantan Selatan–Tengah, BMKG Siaga Banjir dan Gelombang Tinggi

# Baca Juga :BREAKING CUACA KALSEL–KALTENG Jumat 23 Januari 2026: Kalsel Cerah Berawan, Kalteng Waspada Hujan dan Gelombang Laut

# Baca Juga :Krisis Iran Memuncak, Lebih dari 2 Ribu Tewas dalam Gelombang Protes, AS Serukan Warganya Kabur dari Negara Itu

# Baca Juga :BMKG: Gelombang Tinggi Ancam Sejumlah Perairan Indonesia 4–7 Januari 2026

Peristiwa ini menegaskan bahwa gelombang ekstrem tidak hanya berdampak di permukaan laut, tetapi juga memicu perubahan besar di bawah air. Citra satelit yang diambil pada 29 Oktober 2020 itu memperlihatkan aktivitas laut dramatis di wilayah Nazaré, kawasan yang dikenal sebagai “surga ombak raksasa” bagi peselancar dunia.

Tinggi gelombang diperkirakan mencapai sekitar 24 meter atau setara gedung tujuh lantai. Energi yang dihasilkan mampu mengangkat sedimen dari dasar laut, menciptakan awan keruh yang memanjang hingga sekitar 10 kilometer dari garis pantai.

Fenomena spektakuler ini dipengaruhi oleh keberadaan Canyon Nazaré, ngarai bawah laut raksasa yang membentang ratusan kilometer di Samudra Atlantik. Struktur geologis tersebut berfungsi seperti corong energi, memperkuat gelombang yang bergerak menuju pantai dan menghasilkan ombak berukuran ekstrem yang menjadi incaran peselancar profesional.

Pada hari yang sama, peselancar muda asal Portugal, António Laureano, yang saat itu berusia 18 tahun, tercatat menunggangi salah satu gelombang terbesar yang pernah diamati manusia. Ketinggian ombak diperkirakan mencapai 30,9 meter, menjadikannya kandidat gelombang tertinggi yang pernah ditaklukkan peselancar, meski belum mendapat verifikasi resmi dari World Surf League.

Para ilmuwan sebelumnya telah mempelajari mekanisme terbentuknya gelombang raksasa di Nazaré. Oceanografer dari University of Lisbon, termasuk Miguel Moreira, menggunakan rekaman video peselancar sebagai acuan untuk mengukur tinggi ombak secara presisi.

Metode tersebut dilakukan dengan membandingkan tinggi peselancar sebagai skala referensi, lalu mengidentifikasi titik puncak dan lembah gelombang untuk menentukan ukuran sebenarnya. Pendekatan ini membantu ilmuwan memahami karakteristik gelombang ekstrem secara lebih akurat.