“Ghost in the Cell”: Penjara Jadi Cerminan Sistem Sosial, Kata Joko Anwar

Kekerasan, satire, dan komedi yang tidak nyaman juga dihadirkan agar suasana tegang tetap terasa, bahkan ketika penonton tertawa sekalipun.

Joko berharap penonton internasional tidak melihat sistem yang digambarkan dalam film sebagai eksotis, melainkan sebagai refleksi yang mengusik. Ia ingin publik bertanya, siapa sebenarnya yang dilindungi oleh sistem, dan mengapa praktik korupsi atau kerusakan lingkungan bisa dianggap normal.

BACA JUGA: Film “Teman Tegar Maira” Angkat Persahabatan dan Penyelamatan Hutan Papua

Ghost in the Cell diproduksi oleh Joko Anwar dan Tia Hasibuan melalui Come and See Pictures, bekerja sama dengan Rapi Films, Barunson E&A, dan Legacy Pictures.

Film ini dibintangi Abimana Aryasatya, Lukman Sardi, Bront Palarae, Aming, Rio Dewanto, Morgan Oey, dan Tora Sudiro, dengan distribusi internasional ditangani oleh Barunson E&A.

Sumber: Antaranews.com