WASHINGTON DC, KALIMANTANLIVE.COM – Seorang anggota Kongres Amerika Serikat, Ro Khanna, mengungkap identitas enam pria yang sebelumnya disamarkan dalam dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein. Pengungkapan itu disampaikan setelah Khanna bersama anggota Kongres dari Partai Republik, Thomas Massie, meninjau berkas tanpa sensor di Departemen Kehakiman AS.
Meski nama-nama tersebut muncul dalam dokumen, Khanna menegaskan tidak ada bukti kejahatan yang dipaparkan terhadap mereka dan tidak satu pun didakwa terkait kasus Epstein. Ia juga menyebut sebagian besar dokumen masih disensor oleh otoritas.
# Baca Juga :DRAMA COPPA ITALIA! Penalti Lukaku Meleset, Napoli Tersingkir Tragis dari Como, Sejarah 40 Tahun Pecah
# Baca Juga :KRISIS MAKIN DALAM! Tottenham Tumbang 1-2 dari Newcastle, The Lilywhites Terancam Zona Merah Premier League
# Baca Juga :WAJIB TAHU! 5 Ayat Al-Qur’an tentang Puasa yang Jadi Landasan Ibadah Ramadan, Lengkap Makna dan Hikmahnya
Dalam pidato resminya di sidang parlemen, Khanna menyatakan bahwa temuan identitas tersebut hanya sebagian kecil dari jutaan berkas yang masih tertutup. Ia menilai transparansi penuh diperlukan untuk mengungkap fakta secara menyeluruh.
Epstein sendiri sebelumnya pernah dihukum pada 2008 atas kasus eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur dan menjalani masa tahanan. Ia kemudian meninggal dunia pada 2019 saat berada dalam tahanan di New York ketika menunggu proses hukum lanjutan.
Berikut sejumlah nama yang disebut dalam dokumen yang sebelumnya disamarkan:
Leslie “Les” Wexner
Miliarder ritel yang membangun jaringan bisnis besar seperti Victoria’s Secret, Abercrombie & Fitch, dan Bath & Body Works. Ia diketahui pernah memiliki hubungan keuangan jangka panjang dengan Epstein yang mengelola investasinya selama bertahun-tahun.
Laporan investigasi media sebelumnya menyebut peran Wexner turut meningkatkan kredibilitas finansial Epstein. Namanya juga pernah muncul dalam dokumen publik terdahulu, namun ia tidak menghadapi dakwaan pidana terkait kasus tersebut.
Sultan Ahmed bin Sulayem
Eksekutif bisnis berbasis di Dubai dan pemimpin perusahaan logistik global DP World. Dokumen yang dibuka menunjukkan adanya komunikasi email dengan Epstein pada masa lalu. Meski demikian, tidak ada tuduhan pidana yang diumumkan terhadapnya terkait perkara Epstein.
Nicola Caputo
Nama ini merujuk pada seorang politikus Italia yang pernah menjadi anggota Parlemen Eropa. Namun belum ada verifikasi pasti bahwa individu yang dimaksud dalam dokumen adalah orang yang sama, dan belum ada konfirmasi kuat dari media besar mengenai keterkaitan langsungnya dengan kasus Epstein.







