KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintah China resmi menetapkan libur Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek 2026 selama sembilan hari berturut-turut, menjadikannya periode libur Imlek terpanjang sepanjang sejarah.
Kebijakan tersebut tercantum dalam kalender hari libur nasional 2026 yang dirilis Kantor Umum Dewan Negara China. Masa libur berlangsung mulai 15 Februari hingga 23 Februari 2026.
# Baca Juga :GAWAT! Timnas U-23 Indonesia Absen di Asian Games 2026, Garuda Muda Gagal Tampil di Jepang
# Baca Juga :WFA ASN & Karyawan Berlaku Saat Lebaran 2026! Ini Jadwal, Aturan, dan Sektor yang Dikecualikan
# Baca Juga :DRAMA MENIT AKHIR! MU Selamat dari Kekalahan, Klasemen Liga Inggris Makin Panas, Chelsea Terpeleset
Perpanjangan libur dilakukan melalui skema penggabungan hari libur resmi dengan akhir pekan, disertai penyesuaian hari kerja pengganti. Pemerintah menetapkan 14 Februari dan 28 Februari 2026—yang jatuh pada hari Sabtu—sebagai hari kerja untuk menjaga keseimbangan jumlah hari kerja tahunan.
Pola ini merupakan praktik rutin yang diterapkan setiap tahun di China agar masyarakat bisa menikmati masa libur lebih panjang tanpa mengurangi total hari kerja dalam setahun.
Libur Imlek sendiri menjadi momen paling penting bagi masyarakat China, terutama untuk tradisi mudik dan berkumpul bersama keluarga. Pada periode ini, mobilitas penduduk meningkat drastis dan berdampak besar pada sektor transportasi, pariwisata, serta aktivitas ekonomi.
Dengan durasi sembilan hari, Festival Musim Semi 2026 diprediksi kembali memicu lonjakan perjalanan dan perputaran ekonomi domestik seiring tingginya aktivitas masyarakat selama masa libur panjang.
Sementara itu di Indonesia, menurut SKB 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, ada dua hari libur Imlek, yakni cuti bersama tanggal 16 Februari dan libur nasional tanggal 17 Februari 2026.
(kalimantanlive.com/berbagai sumber)
editor : TRI










