YOGYAKARTA, Kalimantanlive.com – Aksi berani Eviana Adi’da Agustin (21), mahasiswi asal Kendal yang menggagalkan penjambretan di kawasan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, mendapat apresiasi dari Polresta Yogyakarta.
Eviana menerima piagam penghargaan pada Rabu (11/02) atas keberaniannya membantu meringkus pelaku kejahatan jalanan.
Tak sendiri, rekan semotornya Ayunda, serta dua warga Pakel yang turut membantu proses penangkapan, yakni Fandy Yulianto dan Handoko, juga menerima penghargaan atas kontribusinya.
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandai mengatakan, penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan inisiatif warga dalam membantu kepolisian memberantas kejahatan jalanan.
BACA JUGA:
Jambret Gagal Beraksi di Bali, Tapi Korbannya Tewas Usai Motor Oleng dan Tabrak Tiang Listrik
BACA JUGA:
Kawanan Jambret Beraksi di Jalan Sutoyo S Banjarmasin, Gelang Emas Mahasiswi Ini Melayang
“Kita merasa sangat terbantu. Kita tidak bisa memprediksi kapan kejahatan terjadi, tetapi mereka punya inisiatif untuk melawan. Memiliki keberanian seperti itu sangat luar biasa, apalagi mereka berdua perempuan. Kita sangat apresiasi,” ujarnya saat konferensi pers di lobi Polresta Yogyakarta.
Kapolresta juga menegaskan bahwa tindakan Eviana tidak akan berujung pada proses hukum. Menurutnya, keberanian dan sikap kooperatif Eviana serta warga justru menjadi contoh sinergi positif antara masyarakat dan kepolisian.
“Tidak ada, saya jamin tidak ada penetapan tersangka. Kita apresiasi mereka membela diri dan membantu kepolisian. Inilah yang kita harapkan, sinergitas antara polisi sebagai pelindung dan pengayom dengan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga memastikan pihaknya akan menolak jika pelaku penjambretan mencoba melaporkan balik kejadian tersebut. “Akan kita tolak, karena dia merupakan pelaku,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Eviana berbagi kisah mengenai momen menegangkan tersebut. Mahasiswi semester 6 Universitas Teknologi Yogyakarta itu mengaku sempat diliputi rasa takut, terlebih kasus penjambretan sebelumnya sempat terjadi di wilayah yang sama.
Namun menurutnya, masyarakat tidak perlu takut untuk membela diri dan melindungi barang milik pribadi.










