JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Indonesia menjadi perhatian internasional setelah rencana pengiriman pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Jalur Gaza mencuat. Sejumlah media asing menyoroti langkah ini karena Indonesia disebut menjadi salah satu negara pertama yang bersiap mengirim personel ke wilayah konflik tersebut.
Jumlah pasukan yang disiapkan diperkirakan berkisar 5.000 hingga 8.000 personel untuk misi perdamaian dan kemanusiaan. Meski begitu, pemerintah menegaskan rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan koordinasi lintas lembaga.
# Baca Juga :PANAS! Thomas Frank Dipecat Tottenham, Sering Puji Arsenal Bikin Pemain Spurs Gerah
# Baca Juga :HEBOH! Prabowo Murka Usai Peringatan MSCI, IHSG Rontok dan Reputasi Pasar Modal Indonesia Terancam
# Baca Juga :DRAMATIS! Sundulan Van Dijk Antar Liverpool Taklukkan Sunderland, The Reds Bawa Pulang Tiga Poin Penting
TNI AD Mulai Siapkan Personel
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menyampaikan bahwa TNI AD telah memulai persiapan internal sambil menunggu arahan resmi dari Mabes TNI terkait kebutuhan dan karakter pasukan.
Ia menjelaskan, proses penugasan masih berjalan melalui koordinasi berjenjang dengan pihak yang mengoordinasikan misi di Gaza hingga ke tingkat komando nasional. Fokus utama saat ini adalah kesiapan personel yang relevan untuk misi perdamaian.
Pelatihan mulai diarahkan pada satuan yang biasa terlibat dalam operasi kemanusiaan, seperti zeni dan tenaga kesehatan. Namun, keputusan final mengenai jumlah, waktu keberangkatan, dan penempatan pasukan tetap berada di tingkat pimpinan tertinggi.
Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menambahkan, TNI masih menunggu keputusan Presiden terkait pengerahan tersebut. Personel yang disiapkan nantinya diprioritaskan dari satuan yang memiliki pengalaman dalam misi perdamaian internasional.
Fokus pada Misi Kemanusiaan
Kementerian Luar Negeri menegaskan keterlibatan Indonesia akan berfokus pada bantuan kemanusiaan, rekonstruksi, serta dukungan terhadap gencatan senjata.
Juru bicara Kemlu menyebut proses persiapan memang sedang berjalan, tetapi belum ada kepastian terkait jadwal pengiriman maupun jumlah personel yang akan diberangkatkan. Pemerintah juga memastikan keterlibatan Indonesia tetap sejalan dengan prinsip kebijakan luar negeri nasional.
Istana: Masih Dalam Tahap Pembahasan
Pihak Istana menegaskan rencana pengiriman pasukan masih dibahas dan belum diputuskan secara final. Pemerintah tengah mempersiapkan berbagai skenario apabila kesepakatan internasional terkait misi perdamaian tercapai.
Indonesia juga disebut akan bergabung dengan pasukan dari negara lain dalam misi internasional tersebut. Komitmen utama pemerintah adalah mendukung upaya perdamaian serta bantuan bagi masyarakat Gaza.







