JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Presiden Prabowo Subianto dikabarkan geram menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti transparansi pasar modal Indonesia. Peringatan tersebut tidak hanya berdampak pada pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), tetapi juga dinilai berpotensi mencoreng reputasi Indonesia di mata dunia.
Pernyataan mengenai reaksi Presiden disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo. Ia menegaskan bahwa kemarahan dipicu oleh kekhawatiran terhadap kehormatan negara serta dampak langsung terhadap investor domestik.
# Baca Juga :Ammar Zoni Ajukan Surat ke Presiden Prabowo: Minta Perlindungan Hukum hingga Grasi
# Baca Juga :Prabowo Targetkan Biaya Haji Turun, Siapkan Kampung Haji Indonesia di Mekkah
# Baca Juga :Program Gentengisasi Nasional Digagas Prabowo, Pemprov Kalteng Petakan Koperasi Desa sebagai Sentra Produksi
# Baca Juga :Gubernur dan Wagub Kalsel Hadiri Rakornas 2026 Bersama Presiden Prabowo
“Presiden sangat marah atas apa yang terjadi, terutama karena menyangkut kehormatan negara kita dan banyaknya investor ritel yang terdampak,” ujar Hashim dalam ASEAN Climate Forum (ACF) di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Menurut Hashim, peringatan MSCI juga mempertaruhkan kredibilitas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memperketat pengawasan terhadap otoritas pasar modal demi menjaga kepercayaan global.
Ia menambahkan, penguatan pengawasan akan menjadi langkah strategis agar reputasi Indonesia tetap terjaga di tengah sorotan internasional. Pemerintah juga disebut siap mengawal perbaikan tata kelola pasar modal secara lebih serius.
Respons Bursa Efek Indonesia
Menanggapi pernyataan tersebut, pihak BEI menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap penguatan pasar modal nasional. Pejabat sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menilai langkah pemerintah sebagai sinyal positif bagi perbaikan sistem ke depan.
“Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk melakukan langkah-langkah penting dalam memperkuat pasar modal,” ujarnya.
Jeffrey juga menegaskan bahwa BEI bersama OJK akan mempercepat reformasi serta meningkatkan transparansi guna menjaga kepercayaan investor.
IHSG Sempat Tertekan Akibat Pengumuman MSCI
Sebelumnya, IHSG tercatat sempat melemah hingga 7,35 persen ke level 8.320,55 pada perdagangan Rabu (28/1/2026) setelah pengumuman MSCI. Pada hari yang sama, perdagangan saham bahkan sempat dihentikan sementara (trading halt) di sesi II.
Penghentian sementara kembali dilakukan sehari setelahnya ketika IHSG melemah 8 persen pada sesi I perdagangan. Meski demikian, indeks sempat pulih pada penutupan, walau masih terkoreksi 1,06 persen ke level 8.232,20.










