Sedangkan untuk PJU yang berada di perkotaan akan digantikan untuk lampu 40 watt dan 90 watt yang sudah tersedia dalam pengadaan sebelumnya.
“Itu sudah ada stoknya di 2025 sebanyak 400 unit untuk mengganti lampu di daerah perkotaan,” ungkap Slamet sapaan akrabnya.
Selain itu, untuk pembayaran biaya listrik dengan total sekitar belasan ribu PJU yang tersebar di seluruh wilayah Tabalong mencapai ratusan juta per bulan.
“Jadi ada 16 ribu sampai 17 ribu titik lampu yang semuanya itu masuk rekening PLN, masing-masing ada meteran yang direkap, jadi pembayaran di Januari Rp476 juta per bulan,” katanya.
Terkait biaya listrik PJU ini, pihaknya juga berupaya mengurangi besaran dengan lampu jenis LED, karena lampu sebelumnya berdaya besar sampai 250 watt.
Ditambahkannya, berdasarkan laporan pihak PLN bahwa masih ada terdapat beberapa 22 jalur PJU yang belum terpasang meteran, sehingga biaya listrik terbilang besar.
“Ini tugas kami di 2026 akan kami lakukan pendataan lagi bersama PLN dan akan kami pasang meteran per jalur. Contohnya di Jalan Nan Sarunai yang sudah kami pasang meteran dengan biaya sebulan Rp3 juta lebih, sebelumnya Rp14 juta,” tambahnya.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat







