JAKARTA, Kalimantanlive.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa semua mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib menyiapkan ruang istirahat yang layak serta peralatan baru di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hal ini disampaikan Nanik setelah menemukan seorang pengawas keuangan di SPPG Trenggalek Pogalan, Jawa Timur, yang tidak memiliki ruang istirahat ketika bekerja di dapur MBG. Ia menegaskan, mitra yang enggan menyediakan fasilitas tersebut akan dihentikan sementara.
“Mitra yang tidak mau menyediakan ruang istirahat untuk kepala SPPG, pengawas gizi, dan pengawas keuangan akan dihentikan sementara. Bilang sama pemilik, saya sudah marah betul ini, saya tutup atau segera membuat kamar!” kata Nanik dalam keterangan resmi.
Selain ruang istirahat, Nanik menekankan kewajiban mitra untuk menyiapkan peralatan baru dan mengganti yang rusak. “Mitra sudah menerima Rp6 juta setiap hari, jangan enak-enakan. Mitra harus bertanggung jawab,” ujarnya.
Pengawas keuangan yang ditemukan Nanik, Nia Hastuti, menceritakan kondisi pengawas gizi yang setiap hari harus tidur di lantai tanpa kasur karena tidak adanya ruang istirahat, meski mereka mengawasi proses memasak sepanjang malam. Ia mengaku sudah berkali-kali mengingatkan mitra, namun permintaan tersebut tak dipenuhi dengan alasan dana terbatas.
Masalah serupa juga dialami pengawas gizi dan keuangan di Madiun, Jawa Timur. Beberapa harus tinggal di kos yang jauh dari lokasi SPPG, bahkan ada yang mengalami kecelakaan saat pulang dini hari karena jarak kos yang jauh, menurut pengawas gizi Dewi Nur.
Mendengar keluhan tersebut, Nanik memerintahkan koordinator regional SPPG Jawa Timur untuk mencatat mitra-mitra yang enggan menyiapkan tempat istirahat dan memberikan peralatan bekas di dapur MBG. Langkah ini diambil untuk memastikan pengelola SPPG mendapatkan fasilitas yang layak dan proses program berjalan optimal.
Sumber: Antaranews.com









