Namun demikian, ada sayur-sayuran seperti kacang panjang, berdasarkan inflasi bulan ke bulan di Tabalong yang menjadi salah satu pemicu karena kenaikan permintaan atau kebutuhan.
“Jadi kacang ada kenaikan karena faktor distribusi dari distributor mengalami penurunan, maka dari itu harga mengalami peningkatan, termasuk permintaan dari SPPG dan Kalimantan Tengah sebagian mengambil dari Tabalong, sehingga ada kenaikan,” ujar Wabup Habib Taufan.
Kemudian, terkait minyak goreng atau minyak kita yang didistribusikan oleh Bulog, dipastikan untuk harganya masih sesuai Harga Eceran Tertinggi Rp15.700 per liter dan tidak ada kenaikan.
Hanya saja permintaan di tingkat pengecer yang menginginkan kuota pendistribusian minyak kita ditambah lagi untuk persiapan stok di bulan Ramadhan.
“Kami pastikan harga untuk minyak kita tetap Rp15.700 dan diusahakan bisa ditambah lagi kuota minyak kita karena mendekati bulan suci Ramadhan, karena saat ini cuma 50 dus,” jelasnya.
Ditambahkannya, bahwa pihaknya juga akan menggelar pasar murah setiap bulan Ramadhan seperti agenda tahun sebelumnya.
“Hari ini juga ada gerakan pangan murah dan untuk pasar murah kami gelar dengan melihat dulu, kalau memang harga di pasar meningkat, kami akan lakukan pasar murah,” tambahnya.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat










