Film “Pelangi di Mars” Siap Tayang di Bioskop Mulai 18 Maret 2026

JAKARTA, Kalimantanlive.com – Film animasi aksi “Pelangi di Mars” dijadwalkan tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen Lebaran yang dianggap sebagai periode prime time dalam kalender perfilman nasional.

Sutradara Upie Guava mengaku bangga dengan jadwal tayang tersebut, mengingat Lebaran merupakan momen spesial bagi industri film. Upie menekankan bahwa kesempatan ini menjadi prestasi tersendiri bagi tim produksi yang seluruhnya terdiri dari anak bangsa.

BACA JUGA: Sekuel Film “F1” Resmi Disiapkan, Produser Jerry Bruckheimer Buka Suara

“Ini Lebaran ter-flexing gue seumur hidup. Kami tidak menyangka bisa tayang Lebaran karena tidak ada alasan logis yang memvalidasi hal itu,” ujar Upie saat konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Ia juga mendorong seluruh kru untuk bangga dengan film ini saat berkumpul bersama keluarga di momen Idul Fitri.

Film “Pelangi di Mars” memadukan animasi dengan aksi langsung (live action), menunjukkan kemampuan industri perfilman Indonesia bersaing dengan studio besar dunia seperti Disney dan Pixar. Upie menekankan seluruh animasi dikerjakan oleh tim lokal Indonesia dari berbagai latar belakang.

“Ini sebuah ilustrasi bagaimana kolaborasi antara pembuat film animasi dan konvensional bisa menghasilkan semangat baru dan karya berbeda. Kita tidak harus selalu berkiblat ke Korea atau Amerika,” ujar Upie.

Film ini juga dirancang sebagai kekayaan intelektual (intellectual property/IP) yang berkelanjutan. Karakter dalam film diharapkan bisa hidup di berbagai produk seperti komik, baju, tas, hingga boneka figur aksi, tergantung antusiasme penonton.

Upie menjelaskan, tema lingkungan turut disisipkan dalam film, misalnya pesan pencegahan krisis air, yang diibaratkan seperti menanam pohon untuk masa depan: “Pohon itu kita tanam hari ini, sejauh-jauhnya nanti anak-cucu kita bisa makan buahnya.”

Produser Dendi Reynando menambahkan bahwa “Pelangi di Mars” bukan sekadar film satu tayang. Film ini memiliki potensi menjadi beberapa IP sekaligus, sehingga karakter-karakter di dalamnya dapat berkembang menjadi produk-produk kreatif dan merchandise yang bisa dinikmati masyarakat luas.

Sumber: Antaranews.com