THR ASN 2026! Menkeu Purbaya Pastikan Anggaran Rp55 Triliun Siap, Dibayar Awal Ramadhan

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kepastian pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) 2026 bagi aparatur sipil negara akhirnya mendapat kejelasan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dana telah disiapkan dan ditargetkan cair menjelang awal Ramadhan.

Informasi ini menjadi perhatian besar ASN karena momen pencairan THR berdekatan dengan bulan suci dan perayaan Idul Fitri 2026.

#baca juga:VIRAL! Seruan Stop Bayar Pajak Kendaraan di Jateng, Pemprov Tegaskan PKB 2026 Tidak Naik, Siapkan Diskon

#baca juga:Ada Apa? Direktur Gempa BMKG Daryono Mendadak Mundur dari Jabatannya

#baca juga:Stok Durian Menumpuk di Malaysia! Ekspor ke China Lesu, Harga Anjlok, Petani Tertekan

#baca juga:Resmi Dibuka! Cara Daftar Politeknik Penerbangan Curug Jalur Mandiri 2026, Syarat Lengkap, Prodi, dan Rincian Biaya

Pemerintah sendiri belum menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah dan Lebaran secara resmi. Namun jadwal libur nasional dan cuti bersama telah diputuskan melalui SKB 3 Menteri, yakni:

Libur nasional Lebaran: 21–22 Maret 2026

Cuti bersama: 20, 23, dan 24 Maret 2026

Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026 dan Idul Fitri pada 20 Maret 2026.

THR Ditargetkan Cair Awal Puasa

Menkeu menegaskan pencairan THR diprioritaskan sebelum Lebaran, bahkan diharapkan sudah tersalurkan pada fase awal Ramadhan.

Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp55 triliun untuk pembayaran THR ASN, TNI, dan Polri tahun ini. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara yang dikutip dari KompasTV.

Kebijakan percepatan belanja negara, termasuk pembayaran THR, menjadi strategi fiskal untuk menjaga konsumsi masyarakat sejak awal tahun.

Pemerintah menilai peningkatan likuiditas masyarakat akan mendorong aktivitas ekonomi, terutama menjelang Lebaran.

Stimulus Ekonomi Awal Tahun Dipercepat

Selain THR, pemerintah juga mempercepat berbagai program belanja negara seperti bantuan gizi, rehabilitasi bencana, hingga paket stimulus ekonomi tambahan.

Total belanja negara pada awal 2026 diproyeksikan mencapai Rp809 triliun. Kebijakan fiskal tetap bersifat ekspansif untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi di atas asumsi APBN yang dipatok sekitar 5,4 persen.