Pemantauan dilakukan di Pasar Sentra Antasari dan Pasar Beras Muara Kelayan. Turut mendampingi, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Siane Apriliawati, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, Direktur Perumda Pasar M. Abdan Syakura, serta jajaran TPID Kota Banjarmasin.
BACA JUGA: Haul ke 6 Abah Guru Zuhdi, Begini Pengaturan Lalu Lintas oleh Satlantas Polresta Banjarmasin
Monitoring ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan hingga Idulfitri. Pemerintah kota ingin memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan maupun kelangkaan barang.
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, menyampaikan bahwa hasil pengecekan di lapangan menunjukkan kondisi relatif terkendali. Ia menegaskan stok bahan pokok masih mencukupi dan harga secara umum berada dalam batas aman.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi borong atau panic buying. Menurutnya, perilaku belanja berlebihan justru dapat memicu kenaikan harga dan berdampak pada inflasi daerah.
Selain soal harga dan pasokan, Ananda turut mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam konsumsi makanan. Ia menyoroti bahwa sampah makanan masih menjadi penyumbang terbesar volume sampah di kota tersebut, sehingga pengendalian konsumsi juga berdampak pada pengelolaan lingkungan.
Terkait perkembangan harga, beberapa komoditas diakui mengalami kenaikan, termasuk beras Banjar yang naik sekitar 5–10 persen.







