Yamin juga meminta masyarakat mengubah kebiasaan untuk tidak membuang sampah ke sungai yang berpotensi memicu kembali pendangkalan.
Sebab menurutnya, kondisi cuaca dengan intensitas hujan tinggi juga menjadi faktor yang mempercepat sedimentasi apabila tidak diimbangi dengan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan aliran sungai.
Sebagai solusi, Pemko Banjarmasin merencanakan penguatan pengawasan berbasis kelurahan, optimalisasi jadwal pemeliharaan sungai, serta edukasi lingkungan kepada warga di sepanjang bantaran.
Upaya ini diharapkan mampu menjaga kapasitas tampung air tetap stabil, sehingga genangan dapat diminimalisasi saat hujan dengan intensitas tinggi melanda kota.
Langkah pengerukan Sungai Guring hingga Pekapuran menjadi bagian dari strategi mitigasi banjir jangka menengah yang tengah diintensifkan sepanjang tahun 2026.
Kalimantanlive.com/Medcentbjm







