JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke kediamannya di Hambalang, Bogor, pada Minggu (15/2/2026) sore.
Pertemuan tersebut membahas strategi ekonomi nasional, dengan fokus utama pada agenda perundingan dagang internasional, termasuk negosiasi penting dengan Amerika Serikat.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut Presiden menekankan bahwa Indonesia harus memiliki posisi tawar yang kuat dalam setiap negosiasi ekonomi global. Hasil perundingan, kata Prabowo, harus memberikan manfaat maksimal bagi kepentingan nasional.
# Baca Juga :Presiden Prabowo Resmikan SPPG Polri, Polres Balangan Targetkan Tiga Unit Tahun Ini
# Baca Juga :HEBOH! Prabowo Murka Usai Peringatan MSCI, IHSG Rontok dan Reputasi Pasar Modal Indonesia Terancam
# Baca Juga :Ammar Zoni Ajukan Surat ke Presiden Prabowo: Minta Perlindungan Hukum hingga Grasi
# Baca Juga :Prabowo Targetkan Biaya Haji Turun, Siapkan Kampung Haji Indonesia di Mekkah
“Presiden Prabowo menginginkan setiap kebijakannya diambil harus segera dan baik sebanyak mungkin memberikan keuntungan konkret untuk Indonesia,” tulis Teddy dalam unggahan akun @Sekretariat.kabinet, Senin (16/2/2026).
Prabowo: Negosiasi Harus Menguntungkan Indonesia
Prabowo menegaskan bahwa posisi Indonesia dalam perundingan ekonomi harus menjadi yang terbaik dan paling menguntungkan bagi perekonomian nasional.
Penekanan tersebut berkaitan dengan agenda perundingan dagang dengan Amerika Serikat yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
Presiden juga meminta agar setiap hasil perundingan mampu memberi dampak nyata bagi penguatan industri dalam negeri, meningkatkan produktivitas nasional, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Langkah ini dinilai strategis agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk luar, tetapi juga masuk dalam sistem produksi global, terutama di sektor manufaktur dan industri strategis.
Fokus Pertumbuhan Ekonomi dan Nilai Tambah Industri
Dalam pertemuan itu, Prabowo menekankan pendekatan yang cepat dan terukur.
Ia ingin hasil perundingan internasional berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan kapasitas industri, serta penciptaan nilai tambah di dalam negeri.
Sejumlah Menteri Ekonomi Hadir di Hambalang
Beberapa menteri penting turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya:
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Pertemuan ini menegaskan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan langkah besar dalam menghadapi perundingan dagang global.







