KALIMANTANLIVE.COM – Dunia sepak bola Asia Tenggara kembali memanas. Media Malaysia, MyNewsHub, melontarkan tuduhan serius dengan menyeret nama Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam polemik naturalisasi pemain Timnas Malaysia.
Dalam unggahan di media sosial X, media tersebut mengklaim Erick Thohir berada di balik pelaporan kasus dugaan pemain naturalisasi ilegal yang melibatkan skuad Harimau Malaya.
# Baca Juga :GEGER! FAM Akhirnya Bocorkan Pelapor Skandal Naturalisasi Timnas Malaysia ke FIFA, Bukan dari Indonesia!
# Baca Juga :Gagal di Piala AFF 2020, Tan Cheng Hoe Tinggalkan Timnas Malaysia, Tatsuma Yoshida Hengkang dari Singapura
# Baca Juga :Covid-19 Gerogoti Timnas Malaysia, Sudah 4 Pemain Positif, Pemain Jalani Karantina Selama 10 Hari
# Baca Juga :HASIL Liga Europa – Pemain Timnas Malaysia di Piala AFF Jadi Cadangan, Debut Manis Pelatih Keturunan Indonesia
Tudingan itu menyebut adanya dugaan penggerakan pihak tertentu untuk mengadukan isu pemain bodong ke otoritas sepak bola dunia.
Klaim Campur Tangan Tidak Langsung
MyNewsHub mengutip sumber internal yang mengklaim adanya pengumpulan dokumen rahasia yang kemudian diserahkan kepada pihak FIFA secara tidak langsung.
Menurut laporan tersebut, meskipun aduan resmi disebut berasal dari Vietnam, data pendukung diduga berasal dari pihak yang dikaitkan dengan Erick Thohir.
“Vietnam buat complain, tetapi dokumen adalah dari orang upahan,” demikian kutipan yang dimuat media tersebut.
Namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Erick Thohir maupun PSSI terkait tuduhan tersebut.
Motif Rivalitas Prestasi?
Media itu juga menulis bahwa peningkatan performa Timnas Malaysia yang dinilai melampaui Indonesia diduga menjadi latar belakang munculnya laporan tersebut.
Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan publik mengenai sportivitas dan rivalitas sepak bola di kawasan Asia Tenggara.
Isu ini semakin sensitif karena melibatkan federasi nasional dan badan sepak bola internasional.
Putusan CAS Terkait 7 Pemain Malaysia
Di tengah polemik tuduhan tersebut, kasus naturalisasi tujuh pemain Malaysia kini memasuki tahap baru di Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS.
Sebelumnya, FIFA menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas selama 12 bulan kepada tujuh pemain Harimau Malaya.
Namun Federasi Sepak Bola Malaysia mengumumkan bahwa CAS telah mengabulkan permohonan penangguhan eksekusi hukuman tersebut.
Artinya, ketujuh pemain yakni Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel diizinkan kembali beraktivitas dalam sepak bola hingga keputusan akhir banding dikeluarkan.







