Ia menekankan perbedaan antara Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Sekolah Rakyat fokus pada akses pendidikan bagi keluarga Desil 1, sedangkan Sekolah Garuda diperuntukkan bagi anak-anak berprestasi.
Menurut Stella, Sekolah Garuda seperti memberikan pelatihan khusus bagi anak-anak berprestasi, serupa dengan atlet yang dilatih secara intensif untuk meraih medali emas. Pembangunan sekolah ini dirancang berkurikulum internasional dengan wawasan global, namun seluruh siswanya tetap anak-anak Indonesia penerima beasiswa.
BACA JUGA: Pemprov Kalteng Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 1447 H
Program revitalisasi sekolah rusak tetap menjadi prioritas nasional dengan anggaran yang jauh lebih besar dibanding Sekolah Garuda. Selain infrastruktur, fokus juga pada pemerataan kualitas guru melalui digitalisasi kelas, smart board, dan kolaborasi dengan dosen serta ilmuwan untuk menghadirkan konten sains menarik bagi siswa sejak SD.
Hingga 2029, akan dibangun 20 Sekolah Garuda di seluruh Indonesia, dan Kotawaringin Barat menjadi kandidat kuat berkat dukungan pemerintah daerah, kesiapan lahan, serta potensi keunggulan lokal.
Pembangunan sekolah ini tetap memperhatikan kelestarian alam, terutama Taman Nasional Tanjung Puting, untuk melahirkan generasi emas Indonesia dari jantung Kalteng.
Sumber: Prokalteng.com







