JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Penjualan mobil nasional sepanjang 2025 mengalami penurunan signifikan dan menjadi yang terendah sejak masa pandemi. Data Gaikindo menunjukkan distribusi mobil secara wholesales hanya sekitar 803 ribu unit, turun 7,2 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 865 ribu unit.
Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, menilai merosotnya penjualan terutama dipicu daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya. Kondisi ekonomi membuat konsumen menunda pembelian kendaraan baru.
# Baca Juga :Duka Hollywood! Aktor Legendaris Godfather Robert Duvall Meninggal Dunia di Usia 95 Tahun
# Baca Juga :Klopp Jadi Rebutan! Chelsea dan MU Tertarik Gaet Eks Pelatih Liverpool, Masa Depan Masih Teka-teki
# Baca Juga :Tragedi Karawang! Satu Keluarga Tertimpa Truk Trailer, Momen Terakhir Ibu dan Anak Bikin Pilu
Selain itu, pasar otomotif juga dipengaruhi banyaknya peluncuran kendaraan listrik dengan harga relatif terjangkau. Perubahan tren ini membuat konsumen lebih selektif dan menunggu pilihan yang paling sesuai kebutuhan.
Laporan yang dikutip dari CNBC Indonesia menyebut penurunan penjualan sebenarnya bisa lebih dalam jika tidak ada dorongan pembelian di akhir tahun.
Diskon Pajak Jadi Penopang Akhir Tahun
Penjualan mobil sempat terdongkrak pada Desember 2025 karena menjadi periode terakhir kendaraan elektrifikasi mendapat insentif pajak dari pemerintah. Kebijakan penghentian subsidi PPN 10 persen mendorong masyarakat membeli kendaraan sebelum program berakhir.
Momentum tersebut memberi “napas” bagi industri otomotif yang sepanjang tahun menghadapi tekanan pasar.







