Desy Oktavia Sari Gelar SOSREV di Tapin, Perkuat Nilai Pancasila dan Keterampilan Warga

RANTAU, Kalimantanlive.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (SOSREV) di Kelurahan Rangda Malingkung, Kabupaten Tapin, Senin (16/2/2026). Kegiatan ini memadukan edukasi kebangsaan dengan pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.

Dalam pemaparannya, Desy mengajak masyarakat untuk memaknai Pancasila secara lebih mendalam dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan dalam konteks bernegara, tetapi juga dalam lingkungan keluarga, sosial, hingga aktivitas ekonomi warga.

BACA JUGA: Komisi IV DPRD Kalsel Dalami Tata Kelola Kesra, Pendidikan, dan KRIS ke DPRD DIY

“Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi nilai yang bisa kita jalankan dalam keseharian, mulai dari rumah dan lingkungan terdekat,” ujar Desy saat menyampaikan materi sosialisasi di hadapan peserta.

Menurutnya, penguatan ideologi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya memahami Pancasila secara teori, tetapi juga mampu mengaktualisasikannya dalam tindakan nyata. Hal ini dinilai penting untuk menjaga harmoni sosial dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Sebagai bagian dari kegiatan SOSREV, Desy turut menggelar kelas memasak kue khas Banjar, Wadai Ipau. Pemilihan kegiatan ini didasarkan pada kedekatan budaya sekaligus potensi ekonomi, terutama menjelang bulan Ramadan ketika permintaan terhadap kue tradisional meningkat.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan keterampilan seperti memasak dapat menjadi langkah konkret dalam mendukung kemandirian ekonomi keluarga. Dengan bekal keterampilan tersebut, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkannya sebagai peluang usaha rumahan yang produktif.

Desy menilai pemberdayaan ekonomi masyarakat sejalan dengan nilai Pancasila, khususnya sila kelima tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya, kesejahteraan yang merata dapat diwujudkan melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan warga.